4 Perbedaan Omicron dengan Varian Lain COVID-19

ADVERTISEMENT

4 Perbedaan Omicron dengan Varian Lain COVID-19

Aisyah Kamaliah - detikInet
Senin, 07 Feb 2022 22:38 WIB
Omicron Corona Virus Variant
4 Beda Omicron dengan Varian Lain COVID-19. Foto: Getty Images/iStockphoto/MCCAIG
Jakarta -

Varian Omicron kini sedang 'mengamuk' di Indonesia dan sejumlah negara. Peneliti pun fokus mencari tahu tentang varian terbaru COVID-19 ini.

Banyak yang bertanya mengenai perbedaan Omicron dengan varian COVID-19. Mari kita bahas sejenak sebelum membahas perbedaannya.

Sars-CoV-2 adalah penyebab COVID-19 yang masuk dalam keluarga Coronavirus. Omicron merupakan varian dari Sars-CoV-2 yang dilaporkan pertama kali ditemukan di Afrika Selatan pada 24 November 2020.

Sebelum Omicron, sudah ada varian lainnya seperti Alpha, Beta, Delta, sampai Lambda. Sebenarnya ada belasan varian lain yang ditemukan, tetapi World Health Organization (WHO atau Organisasi Kesehatan Dunia) tidak memasukkannya ke dalam kategori prioritas tinggi.

Lantas, apa perbedaan Omicron dengan varian lain? Epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR) Laura Navika Yamani mengatakan kepada CNN Indonesia empat hal yang membedakan Omicron dengan varian lainnya.

1. Lebih menular

Sejak pertama kali ditemukan, dalam kurun waktu satu minggu kasus di Afrika Selatan mengalami peningkatan sebanyak dua hingga tiga kali lipat. Omicron bahkan lima kali lebih menular dari varian Delta.

"COVID-19 varian delta daya tularnya tujuh kali lebih cepat apabila dibandingkan dengan virus yang pertama kali muncul di Wuhan, sedangkan Omicron lima kali lebih cepat apabila dibandingkan dengan varian Delta," kata Laura.

2. Keparahannya lebih rendah

Laura mengatakan meski Omicron menular lebih cepat, tingkat keparahannya cenderung lebih rendah ketimbang varian lain termasuk Delta. Akan tetapi, perlu adanya penanganan dini untuk mencegah tingkat keparahan yang memburuk.

3. Deteksi Omicron dengan PCR-SGTF

Jika ingin mengetahui apakah seseorang terinfeksi COVID-19 varian Omicron, maka harus menggunakan tes Polymerase Chain Reaction (PCR) dengan S Gene Target Failure (SGTF).

4. Efektivitas vaksin

Omicron ada di tahun 2020, sementara vaksinasi sudah dilakukan di tahun yang sama oleh sebagian negara. Mungkin ada yang bertanya, apakah demikian bisa diartikan vaksin yang sudah dikembangkan sebelum Omicron sudah tidak lagi efektif?

Jawabannya, vaksin yang diberikan masih bisa melawan varian Omicron. Namun, dari hasil investigasi ditemukan bahwa terdapat penurunan efektivitas vaksin COVID-19.

"Pada varian virus COVID-19 yang muncul pertama kali di Wuhan, vaksin COVID-19 memiliki efektivitas hingga 95%, tapi untuk melawan varian Omicron ini efektivitas vaksin COVID-19 menurun dan hanya sebesar 50%. Peneliti masih terus melakukan investigas terkait hal ini," tandas Laura.

*Anda kini bisa cek harga dan perbandingan smartphone terbaru di detikINET. Silakan klik DI SINI.



Simak Video "Kemenkes RI Tegaskan Varian Deltacron Belum Terdeteksi di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT