Cegah Penyebaran Omicron, Jaga Kualitas Udara dengan 3 Cara Ini

Cegah Penyebaran Omicron, Jaga Kualitas Udara dengan 3 Cara Ini

Cegah Penyebaran Omicron, Jaga Kualitas Udara dengan 3 Cara Ini

Advertorial - detikInet
Senin, 07 Feb 2022 00:00 WIB
adv
Dok. Panasonic
Jakarta - Kasus COVID-19 di Indonesia kembali melonjak. Berdasarkan data Satgas COVID-19, Rabu (2/2), jumlah kasus aktif atau pasien positif yang membutuhkan perawatan medis, bertambah 12.760 kasus. Sementara pasien terkonfirmasi positif, bertambah sebanyak 17.895 kasus.

Adapun peningkatan jumlah kasus ini, didominasi oleh virus COVID-19 varian Omicron. Melansir Unicef, varian Omicron disebut sebagai varian yang menjadi perhatian WHO. Mengingat Omicron menyebar secara signifikan lebih cepat daripada varian Delta di berbagai negara dengan waktu dua kali lipat 2-3 hari.

Meski varian Omicron disebut memiliki penurunan risiko rawat inap dibandingkan varian Delta, namun WHO memperingatkan agar hal ini tidak boleh dianggap ringan. Oleh karena itu, penting untuk mendapatkan vaksin dan terus melakukan pencegahan penyebaran virus, termasuk menjaga jarak, memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga udara dalam ruangan.

Menjaga udara dalam ruangan menjadi hal yang penting dalam memerangi virus COVID-19 varian apa pun, termasuk Omicron. WHO menyebutkan, risiko terkena infeksi COVID-19 dapat meningkat di tempat yang ramai dan berventilasi buruk.

Pasalnya, virus dapat berpindah antar orang melalui partikel pernapasan yang terinfeksi dalam bentuk tetesan dan aerosol. Di ruang yang berventilasi buruk, aerosol yang terinfeksi dapat tetap melayang di udara. Untuk itu, menjaga udara tetap bersih dapat mengurangi risiko penyebaran virus di dalam ruangan.

Salah satu upaya yang dapat dilakukan guna mencegah penyebaran virus COVID-19 adalah dengan memastikan kualitas udara di dalam ruangan. Melansir berbagai sumber, hal ini bisa dilakukan dengan memperbaiki ventilasi dan sistem pendingin udara (AC) lewat cara berikut.

1. Hadirkan Udara Segar

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS (CDC) menyarankan untuk membuka pintu dan jendela untuk membawa udara luar yang segar. Namun, pastikan kondisi sekitar atau lingkungan memang aman untuk melakukannya. Hindari membuka jendela dan pintu jika hal tersebut tidak aman bagi Anda atau orang lain, misalnya, ada anak kecil dan hewan peliharaan, risiko jatuh, memicu gejala asma, atau tingkat polusi luar ruangan yang tinggi.

2. Gunakan Kipas Angin atau Air Purifier

Penggunaan kipas angin dapat membantu memindahkan partikel virus di udara dari dalam rumah ke luar. Namun, pastikan kipas angin diletakkan di tempat yang benar, yakni sedekat mungkin dengan jendela atau pintu yang terbuka, yang bertiup ke luar. Selain itu, penggunaan air purifier dengan high-efficiency particulate absorbing (HEPA) filter juga bisa dilakukan. Sebab, filter ini paling efisien di pasaran untuk menjebak partikel yang dikeluarkan orang saat bernapas, berbicara, bernyanyi, batuk, dan bersin.

3. Jaga Kualitas Pendingin Udara

Pendingin udara (AC) harus dirawat, dan dibersihkan secara rutin dengan rekomendasi pabrikan. Apalagi jika lingkungan rumah memiliki tingkat polusi udara yang tinggi. Sebab, AC dapat membantu menjaga sirkulasi udara dalam ruangan tetap bersih. Selain itu, AC juga dilengkapi dengan penyaring udara yang dapat mencegah debu dan kotoran, yang dapat mencemari udara.

Saat ini, telah hadir inovasi AC Panasonic 2 in 1 dengan nanoe™ X yang menghadirkan fungsi pendingin udara (AC) dan penjernih udara (air purifier) sekaligus. Dengan demikian, Anda tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk membeli air purifier.

AC Panasonic 2 in 1 ini dilengkapi dengan teknologi nanoe™ X, yang terbukti mampu 99,99% melawan berbagai varian virus COVID-19 di udara maupun virus yang menempel pada permukaan benda dalam ruangan. Canggihnya lagi, teknologi ini juga meningkatkan perlindungan selama 24/7 karena efektif dan ampuh membasmi bakteri, virus, jamur, allergen, dan zat berbahaya (PM 2.5), menghilangkan partikel debu dan bau tak sedap, serta melembapkan kulit dan rambut.

Teknologi nanoe™ X bekerja dengan mengubah molekul air di udara menjadi radikal hidroksil (OH) yang menghasilkan 4,8 triliun partikel radikal OH per detik. Radikal hidroksil adalah molekul tidak stabil yang mudah bereaksi dengan molekul lain. Melalui reaksi ini, mereka dapat menghilangkan atom hidrogen dari polutan, serta secara signifikan dapat menghadirkan kesegaran alami di dalam ruangan.

Selain itu, teknologi tersebut telah diuji efektivitasnya oleh lembaga pengujian virus dan immunoprofile, Japan Textile Products Quality and Technology Center (Qtec). Qtec merupakan lembaga yang melakukan serangkaian pengujian dan inspeksi terhadap berbagai jenis produk, termasuk alat elektronik, seperti AC.

Selain dapat menjaga kualitas udara, AC Panasonic 2in1 nanoe™ X sudah menggunakan teknologi inverter yang dapat mengatur daya listrik sehingga udara di ruangan tidak hanya nyaman dan hemat listrik hingga 1 juta/tahun

AC Panasonic 2in1 nanoe™ X juga dilengkapi dengan teknologi iAuto-X sehingga pendinginan berlangsung 35 persen lebih cepat dari AC pada umumnya. Adanya Shower Cooling juga membuat proses pendinginan lebih menyebar ke seluruh ruangan, serta menghindari pendinginan langsung yang berlebihan.

Sederet teknologi ini tentu dapat memberikan perlindungan lebih untuk menjaga kualitas udara, serta membuat rumah lebih nyaman dan sehat. Saat ini, teknologi nanoe™ X terdapat pada produk AC Inverter Panasonic seri XPU-XKJ dan AC Non Inverter seri XN-WKJ, PN-WKJ. Informasi lebih lengkap terkait teknologi dan fitur AC Panasonic 2in1 nanoe™ X dapat dilihat di sini. (adv/adv)