Saran Mengejutkan Profesor Harvard: Saatnya Move On dari Corona

Saran Mengejutkan Profesor Harvard: Saatnya Move On dari Corona

ADVERTISEMENT

Saran Mengejutkan Profesor Harvard: Saatnya Move On dari Corona

Fino Yurio Kristo - detikInet
Minggu, 06 Feb 2022 18:15 WIB
Passengers arriving from the Chinese city of Wuhan arrive at Narita Airport in Chiba, Japan in this photo taken by Kyodo January 23, 2020. Mandatory credit Kyodo/via REUTERS ATTENTION EDITORS - THIS IMAGE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY. MANDATORY CREDIT. JAPAN OUT. NO COMMERCIAL OR EDITORIAL SALES IN JAPAN
Ilustrasi pandemi Corona. Foto: (Reuters)
Jakarta -

Dr Stefanos Kales, profesor di Harvard Medical School, memberi saran yang cukup mengejutkan terkait perkembangan pandemi Corona. Menurutnya pada saat ini, siapa pun yang ingin move on dari pandemi bisa melakukannya, utamanya kaum muda. Tentu hal ini khususnya untuk situasi di negaranya, Amerika Serikat.

"Pada saat Omicron memuncak, varian berikutnya kemungkinan akan lebih ringan lagi. Kita benar-benar perlu mengizinkan publik secara umum, khususnya mereka yang muda, untuk kembali ke kehidupan yang normal," tulisnya dalam sebuah paper, seperti dikutip detikINET dari CNBC.

Dr Stefanos lebih condong memilih agar penanganan Corona difokuskan pada kelompok yang rentan, bukan pada seluruh populasi. Saat ini, menurutnya COVID-19 bukan lagi ancaman yang serius.

"Banyak ilmuwan yang jujur dan terus terang menilai bahwa COVID-19 bergerak cepat dari pandemi ke infeksi pernapasan endemi yang bisa dibandingkan dengan flu," tambah dia.

Dengan perkecualian mereka yang punya penyakit bawaan dan yang belum divaksin, menurut Dr Stefanos virus Corona bagi kebanyakan orang saat ini lebih menjadi mimpi buruk logistik ketimbang ancaman kesehatan.

Ia menilai strategi mengetes orang sehat yang tidak punya gejala Corona perlu dihentikan. Pasalnya, tes Corona yang begitu banyak justru membuat mereka yang sakit dan rentan sulit mendapat tes. Apalagi sudah banyak yang divaksin.

Namun mereka yang menunjukkan gejala Corona, meski sudah divaksin sekalipun, menurutnya harus dirawat dan diobati dengan semestinya. Misalnya dengan isolasi di rumah selama beberapa hari.

Dr Stefanos menekankan bahwa dirinya adalah pendukung diberikannya vaksin Corona untuk meminimalisir risiko. "Vaksin itu bagus, menyelamatkan banyak nyawa dan mencegah perawatan di rumah sakit," kata dia.

Ia pun menyarankan agar para anak muda khususnya yang sudah divaksin, tidak perlu khawatir berlebihan terhadap kondisi saat ini. "Saya pikir persepsi risiko di sini berlebihan," tandasnya.

Tentu tidak semua setuju dengan pernyataan sang profesor dari Harvard. Banyak ilmuwan yang menilai pandemi Corona masih harus dilawan dengan serius, terlebih dengan kedatangan varian Omicron yang sangat menular. Salah satunya Dr Anthony Fauci, pakar penyakit menular top di AS.

"Saya telah mengatakan dan terus mengatakan bahwa kita masih berperang dengan virus Corena ini. Ada 2.300 kematian per hari, 156 ribu dirawat di rumah sakit dan kita menghadapi bahaya varian baru," cetusnya.



Simak Video "DKI hingga Jabar Level 2 Lagi, Ini Daftar Wilayah PPKM Jawa-Bali"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/vmp)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT