Viral Hasil PCR Keluar Sebelum Tes, Pakar: Ini Masalah Serius

Viral Hasil PCR Keluar Sebelum Tes, Pakar: Ini Masalah Serius

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 03 Feb 2022 18:11 WIB
tes PCR
Ilustrasi tes laboratorium. Foto: iStock
Jakarta -

Lagi heboh di media sosial seorang wanita mengaku heran sudah menerima hasil tes COVID-19 yang dinyatakan positif dari Bumame Farmasi, padahal belum menjalani swab antigen maupun PCR. Pakar keamanan siber menilai ini adalah permasalahan yang sangat serius.

Direktur Utama Bumame Farmasi James Wihardja telah angkat bicara. Sembari menyampaikan maaf, ia menekankan hal ini murni kekeliruan semata atau human error di lapangan. "Kami menyebut bahwa kesalahan tersebut memang benar terjadi karena adanya kesalahan administrasi dari staf lapangan," terangnya.

"Staf tersebut mengirimkan antigen dan PCR pelanggan lain yang mempunyai nama yang sama pada tanggal 2 Februari 2022," lanjut dia, menambahkan bahwa staff tersebut telah ditegur.

Menurut Alfons Tanujaya, pakar keamanan siber dari Vaksincom, masalah ini bukan perkara enteng. "Ini kan masalah serius dan kepercayaan kepada Lab itu sangat kritikal. Kita tidak tahu apakah ini memang kesalahan admin atau memang dianggap biasa," katanya kepada detikINET, Kamis (3/2/2022).

Hasil tes dari Bumame menurut Alfons biasanya dikirimkan melalui WhatsApp dan kejadian tersebut menimbulkan pertanyaan. "Tidak bisa begitu saja, harus ada pihak ketiga yang memeriksa dan memastikan hal ini. Masa bilang kesalahan admin terus selesai. Jelaskan detailnya, yang sama namanya siapa, WA-nya berapa, dan bagaimana tertukarnya," cetus Alfons.

"Padahal saya kira Bumame ini pakai sistem otomatis kirim WhatsApp sampai salut. Masa pakai orang kirim manual, agak-agak tidak make sense," tambahnya lagi.

Ia pun berharap pihak berwewenang tidak diam saja terhadap kejadian ini. "Jangan langsung diterima pernyataannya, harus dikejar detailnya. Karena ini mengkhawatirkan, kita jadi tidak tahu sebenarnya di-test apa tidak dan bagaimana membuktikan kalau hasil test itu memang benar dilakukan."

Pemerintah menurut Alfons perlu turun tangan. "Itu harus jadi perhatian Kemenkes dan satgas COVID. Harusnya ada pihak independen yang periksa sisdur sehingga hasil lab bisa dipertanggungjawabkan. Harusnya pemerintah turun tangan, misalnya pakai Sucofindo atau badan independen," imbuhnya.

Menurutnya, hal itu penting untuk menjaga kepercayaan kepada lembaga riset. "Kita boleh percaya tapi tetap harus ada kontrol. Kalau mau gampang ambil saja contoh di negara lain bagaimana kontrolnya lalu sesuaikan dengan kondisi kita," pungkas Alfons.

Simak Video 'Heboh Wanita Protes Dapat Hasil Positif Covid Sebelum Tes PCR':

[Gambas:Video 20detik]



(fyk/fay)