NASA Akan Tenggelamkan Stasiun Antariksa ISS di Samudera Pasifik

NASA Akan Tenggelamkan Stasiun Antariksa ISS di Samudera Pasifik

Virgina Maulita Putri - detikInet
Jumat, 04 Feb 2022 13:45 WIB
Teka-teki lubang kecil di pesawat ruang angkasa Soyuz yang merapat ke ISS
NASA Akan Tenggelamkan ISS di Samudera Pasifik Setelah Pensiun Foto: BBC Magazine
Jakarta -

International Space Station (ISS) telah mengangkasa selama lebih dari 23 tahun. Usia laboratorium luar angkasa ini sudah tidak panjang, dan NASA sudah mempersiapkan rencana untuk memensiunkan ISS.

Dalam keterangan resmi terbarunya, NASA mengungkap ISS masih akan beroperasi hingga akhir tahun 2030. Setelah itu, ISS akan memasuki masa pensiun dan akan ditenggelamkan di Point Nemo, sebuah titik terpencil di Samudera Pasifik.

NASA menyebut masa pensiun itu sebagai transisi operasi menjadi layanan komersial. Setelah pensiun, ISS akan digantikan oleh stasiun luar angkasa komersial buatan perusahaan swasta sebagai tempat untuk kolaborasi dan penelitian ilmiah.

"International Space Station memasuki dekade ketiga dan paling produktif sebagai platform ilmiah yang inovatif di gravitasi mikro," kata Director of International Space Station di NASA Robyn Gatens, seperti dikutip dari Futurism, Jumat (4/2/2022)

"Kami berharap dapat memaksimalkan hasil ini dari stasiun luar angkasa hingga 2030 sambil merencanakan transisi ke tujuan luar angkasa komersial yang akan menyusul," sambungnya.

Dalam dokumen ISS Transition Plan yang diserahkan ke Kongres AS, NASA menjabarkan proses untuk membawa kembali ISS ke Bumi. Pertama, kontrol misi akan menjalankan mesin pendorong untuk menurunkan ketinggian ISS secara perlahan.

Setelah mendekati atmosfer Bumi sekitar Januari 2031, ISS akan melakukan manuver terakhirnya untuk memastikan sisa-sisanya jatuh di South Pacific Oceanic Uninhabited Area (SPOUA) atau yang dikenal sebagai Point Nemo.

Area Point Nemo sering dipilih untuk menjatuhkan sampah antariksa dari orbit karena merupakan titik terjauh dari daratan. Sejak tahun 1971, negara-negara seperti AS, Rusia, dan Jepang sudah membuang lebih dari 263 sampah antariksa di lokasi tersebut.

"NASA dan mitranya sudah mengevaluasi berbagai jumlah pesawat ruang angkasa Progress milik Rusia," tulis NASA dalam laporannya. Mereka juga dapat menggunakan pesawat ruang angkasa Cyrus milik Northrop Grumman untuk membantu proses.

Mengingat ISS tidak lama lagi akan pensiun, NASA juga sudah mencari penggantinya. Badan antariksa AS ini sudah bekerjasama dengan beberapa perusahaan seperti Blue Origin, Nanoracks, dan Northrop Grumman untuk mengembangkan stasiun luar angkasa komersial.

NASA juga masih berencana mengirimkan astronaut ke Bulan jauh sebelum ISS dipensiunkan. Untuk membantu NASA mencapai misinya untuk menjelajahi deep space, ISS diharapkan akan menjadi analog untuk misi transit menuju Mars.

Saat ini NASA mengelola ISS bersama Rusia, Jepang, Kanada, dan Eropa. Kabarnya Rusia akan keluar dari ISS pada tahun 2025 dan akan meluncurkan stasiun luar angkasanya sendiri sebelum tahun 2030.

China yang tidak diperbolehkan bergabung ke ISS juga mulai mengirimkan astronautnya ke modul stasiun luar angkasa Tianhe sejak tahun lalu. Meski tidak sebesar ISS, stasiun luar angkasa China diprediksi akan mulai beroperasi pada akhir tahun ini.



Simak Video "Persiapan Astronaut NASA untuk Peluncuran Susunan Surya di Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/vmp)