Kazakhstan Memanas, Gimana Nasib Bandar Antariksa Rusia?

Kazakhstan Memanas, Gimana Nasib Bandar Antariksa Rusia?

Agus Tri Haryanto - detikInet
Senin, 10 Jan 2022 14:10 WIB
BAIKONUR, KAZAKHSTAN - APRIL 20:  In this handout provided by NASA, the Soyuz MS-04 rocket carrying Expedition 51 Soyuz Commander Fyodor Yurchikhin of Roscosmos and Flight Engineer Jack Fischer of NASA launches from the Baikonur Cosmodrome on April 20, 2017 in Baikonur, Kazakhstan. Yurchikhin and Fischer will spend the next four and a half months aboard the International Space Station. (Photo by Aubrey Gemignani/NASA via Getty Images)
Kazakhstan Memanas, Gimana Nasib Bandar Antariksa Rusia?. Foto: GettyImages
Baikonur -

Aksi massa terus bergejolak di Kazakhstan akibat kemarahan warganya atas melonjaknya harga bahan bakar. Lalu, bagaimana nasib bandar antariksa Rusia di Kazakhstan?

Di negara pecahan Uni Soviet itu terdapat fasilitas peluncuran wahana luar angkasa Roscomos Rusia, yaitu bandar antariksa Baikonur. Meski berada di Kazakhstan, Kosmodrom Baikonur itu berada di bawah pengawasan Rusia.

Roket Soyuz adalah salah satu wahana yang diluncurkan di Baikonur, letaknya sekitar 200 km di sebelah timur Laut Aral ini.

Ketika belum terpecah belah, Uni Soviet membangun fasilitas bandar antariksa Baikonur sejak tahun 1955 dan hingga saat ini aktif dipakai Rusia.

Terkait dampak memanasnya Kazakhstan, Roscomos memastikan bahwa Kosmodrom Baikonur tersebut aman.

"Situasi di Baikonur normal, semua lembaga penegak hukum bekerja secara rutin. Kepala Administrasi Baikonur, Konstantin Busygin, secara rutin melaporkan situasi di sekitar Baikonur kepada Direktur Jenderal Roscosmos Dmitry Rogozin," ujar siaran pers Roscosmos dikutip dari Space, Sabtu (8/1/2022).

Members of the International Space Station expedition 54/55, Roscosmos cosmonaut Anton Shkaplerov (C), NASA astronaut Scott Tingle (R) and Norishige Kanai (L) of the Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) during test their space suits before the launch of the Soyuz MS-07 spacecraft at the Baikonur cosmodrome, in Kazakhstan, 17 December 2017.   REUTERS/Maxim Shipenkov/PoolMembers of the International Space Station expedition 54/55, Roscosmos cosmonaut Anton Shkaplerov (C), NASA astronaut Scott Tingle (R) and Norishige Kanai (L) of the Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA) during test their space suits before the launch of the Soyuz MS-07 spacecraft at the Baikonur cosmodrome, in Kazakhstan, 17 December 2017. REUTERS/Maxim Shipenkov/Pool Foto: Dok. Reuters

Lebih lanjut, Roscomos menyebutkan, sejauh ini tidak ada personil atau aset dari Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) yang terdampak dari kerusuhan yang terjadi di Kazakhstan.

Bandar antariksa Baikonur jadi lokasi peluncuran misi berawak ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). NASA merupakan salah satu langganan 'nebeng' pakai roket Soyuz lewat daerah di Kazakhstan tersebut.

Hal itu tak terlepas dari NASA menghentikan program pesawat ulang-aliknya pada tahun 2011 lalu. Namun, sejak tahun 2020, NASA mulai beralih menggunakan jasa SpaceX untuk menerbangkan astronaut ke ISS pakai kapsul Dragon dari Florida, AS.



Simak Video "Aliansi Militer Rusia Kirimkan Pasukan Perdamaian ke Kazakhstan"
[Gambas:Video 20detik]
(agt/agt)