Lonjakan Corona di AS Ukir Rekor Global, Nyaris 1 Juta Sehari

ADVERTISEMENT

Lonjakan Corona di AS Ukir Rekor Global, Nyaris 1 Juta Sehari

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 06 Jan 2022 22:05 WIB
Amerika Serikat (AS) melaporkan lebih dari 441.000 kasus virus Coronadalam sehari. Lonjakan kasus ini tercatat sebagai yang tertinggi sejak pandemi merebak di AS.
Lonjakan Corona di AS Catat Rekor Global, Nyaris 1 Juta Sehari. Foto: AP Photo
Jakarta -

Amerika Serikat (AS) melaporkan hampir 1 juta kasus infeksi virus Corona baru pada Selasa (4/1). Ini adalah angka penghitungan harian tertinggi dari semua negara di dunia, dan hampir dua kali lipat dari puncak kasus virus Corona AS sebelumnya sepekan lalu.

Dikutip dari Reuters, jumlah pasien COVID-19 yang dirawat di rumah sakit meningkat hampir 50% dalam seminggu terakhir dan sekarang melebihi 100 ribu. Data ini menandai pertama kalinya ambang batas itu tercapai dalam setahun.

Lonjakan terbaru ini memaksa terjadinya gelombang pembatalan berbagai penerbangan maskapai komersial dalam beberapa pekan terakhir. Rencana sekolah-sekolah untuk menyambut siswa kembali bersekolah setelah liburan musim dingin pun harus batal.

Di Chicago misalnya, para pemimpin serikat mendesak para guru di distrik sekolah terbesar ketiga di negara itu untuk tetap di rumah ketimbang kembali ke sekolah.

Di Los Angeles, hakim ketua dari salah satu sistem pengadilan terbesar di negara itu memerintahkan penundaan umum dua minggu persidangan pidana karena gelombang terbaru infeksi COVID-19.

Secara nasional, AS mencatat rata-rata harian 486 ribu kasus baru selama seminggu terakhir, tingkat yang berlipat ganda dalam tujuh hari dan jauh melampaui negara lain mana pun.

Sebanyak 978.856 infeksi baru yang didokumentasikan pada Senin (3/1) termasuk beberapa kasus yang dihitung pada hari Sabtu (1//1) dan Minggu (2/1), ketika banyak negara bagian tidak melaporkan.

Jumlah rata-rata kematian COVID-19 AS tetap cukup stabil sepanjang Desember dan hingga awal Januari sekitar 1.300 per hari, meskipun kematian biasanya tertinggal dari jumlah kasus dan rawat inap.

Varian baru Omicron dituding menjadi penyebab lonjakan kasus ini. Omicron tampaknya jauh lebih mudah ditularkan daripada iterasi virus sebelumnya. Varian baru ini diperkirakan menyumbang 95,4% dari kasus virus Corona yang diidentifikasi di AS pada 1 Januari, menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) AS.

WHO mengatakan bahwa bukti sejauh ini menunjukkan Omicron tidak menyebabkan penyakit parah. Namun demikian, pejabat kesehatan masyarakat telah memperingatkan bahwa banyaknya kasus Omicron mengancam akan membanjiri rumah sakit, dan beberapa di antaranya sudah berjuang untuk menangani gelombang pasien COVID-19, terutama di antara pasien yang tidak divaksinasi.



Simak Video "Antisipasi Badai, Warga Florida Diminta Stok Bahan Makanan dan Evakuasi"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT