Tips Memilih Air Purifier untuk Jaga Udara di Ruangan Tetap Bersih

Year in Review 2021

Tips Memilih Air Purifier untuk Jaga Udara di Ruangan Tetap Bersih

Inkana Izatifiqa R Putri - detikInet
Senin, 03 Jan 2022 19:31 WIB
Air Purifier di Dalam Ruangan
Foto: Shutterstock
Jakarta -

Air Purifier saat ini menjadi salah satu kebutuhan yang sangat penting bagi masyarakat. Buruknya kondisi udara saat ini membuat kebutuhan akan Air Purifier menjadi seperti kebutuhan pokok. Apalagi penyebaran dan mutasi virus masih terjadi hingga saat ini.

Bicara soal Air Purifier, secara umum terdapat 3 fitur pokok yang dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan pengguna. Fitur pertama adalah Air Purifier dengan teknologi HEPA (high-efficiency particulate air) Filter. Melansir WebMD, HEPA Filter merupakan jenis filter udara mekanis yang dapat menyaring partikel halus berbahaya seperti bulu hewan, asap rokok, dan debu hingga berukuran tak kasat mata. Adapun rekomendasi HEPA-nya adalah HEPA dengan kelas H-13.

Kedua, Air Purifier dengan fitur Plasmacluster yang mampu menghasilkan ion positif dan ion negatif, berubah menjadi radikal OH yang berfungsi melumpuhkan virus dan bakteri, menciptakan partikel air dan dikembalikan ke udara. Tak hanya itu, ion ini juga berfungsi mengurangi polutan, bakteri, jamur, asap rokok, dan partikel berbahaya lainnya sehingga membuat udara menjadi lebih steril dan sejuk.

Bahkan teknologi Plasmacluster juga telah terbukti dapat mengurangi infeksi virus COVID-19. Hal ini dibuktikan melalui penelitian Profesor Hironori Yoshiyama dari Departemen Mikrobiologi, Fakultas Kedokteran Universitas Shimane, Professor Shigeru Watanabe, Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Meikai, dan Profesor Masashi Yamakawa, Departemen Teknik Mesin dan Sistem, Institut Teknologi Kyoto.

"Untuk mencegah infeksi virus, penting untuk menjaga area ruangan pada tingkat kelembapan relatif sekitar 60% dengan humidifikasi. Kendati demikian, sementara area dengan kelembapan relatif 60% mengurangi jumlah partikel droplet tersuspensi di udara dan menempel pada permukaan benda," jelas Profesor Hironori dikutip dari keterangan resmi Sharp.

"Dalam verifikasi ini, teknologi Plasmacluster secara signifikan menonaktifkan SARS-CoV-2 yang terkandung dalam droplet yang melekat di berbagai permukaan dengan kondisi kelembapan udara 60% di mana fungsi perlindungan fisiologis dipertahankan. Hasil terkini juga menunjukkan kemampuan Ion Plasmacluster untuk menekan varian virus strain, yang dapat diterapkan pada varian-varian baru yang berpotensi untuk muncul di masa mendatang," imbuhnya.

Ketiga, adalah fitur Air Purifier dengan Carbon Active Filter. Berbeda dengan HEPA Filter, filter ini merupakan saringan pembersih dengan menggunakan butiran-butiran karbon yang dibuat menjadi filter. Adapun filter ini berfungsi untuk menyaring zat-zat kimia di udara dan menghilangkan bau di ruangan.

Di samping ketiga fitur penting tersebut, Air Purifier dengan fitur tambahan lainnya adalah fitur perangkap nyamuk. Fitur ini memiliki daya hisap tinggi dan dilengkapi dengan kertas lem yang berfungsi sebagai perangkap nyamuk.

Canggihnya lagi, beberapa Air Purifier saat ini juga memiliki fitur tambahan, yakni sensor-sensor yang dapat memantau kondisi udara, debu dan kelembapan di ruangan. Bahkan, saat ini Air Purifier juga dilengkapi dengan adanya fitur AI (Artificial Intelligence) dengan IoT (Internet of Things) atau AIoT yang memudahkan pengguna untuk memantau dan mengontrol Air Purifier melalui smartphone kapan dan di mana saja.

Adapun seluruh fitur ini dapat ditemukan dalam Air Purifier Sharp yang dilengkapi dengan teknologi Plasmacluster yang terbukti dapat menekan pertumbuhan jamur dan menetralisir bau yang berasal dari makanan, asap rokok, hingga binatang peliharaan.

Air Purifier Sharp juga menggabungkan teknologi Ion Plasmacluster dan Three Step Filtration, yaitu 3 langkah penyaringan udara. Pertama, melalui pra-filter yang akan menangkap partikel debu ukuran besar, lalu deodorizing filter untuk menetralisir bau tak sedap, dan filter HEPA filter yang dapat menyaring 99,97% debu dengan partikel mikroskopis di udara.

Beberapa model Air Purifier Sharp telah dilengkapi juga dengan AIoT untuk memantau kualitas udara dalam ruangan dari jarak jauh melalui aplikasi Sharp Air App. Sharp juga membekali beberapa Air Purifier dengan teknologi perangkap nyamuk atau Mosquito Catcher. Teknologi ini dilengkapi dengan sticky glue sheet yang mampu menarik perhatian nyamuk dengan sinar UV, body berwarna hitam, dan celah yang sempit.

Selain itu, Sharp juga menawarkan berbagai tipe yang dapat disesuaikan dengan luas ruangan. Dengan demikian, Air Purifier dapat bekerja secara optimal dan tetap menjaga kebersihan udara supaya bebas beraktivitas di ruangan.



Simak Video "Keluhan Warga India yang Kesulitan Bernapas Gegara Polusi Udara"
[Gambas:Video 20detik]
(ncm/fay)