Sebuah rudal Tomahawk milik Amerika Serikat menghantam pangkalan militer di dekat sebuah sekolah dasar di Iran selatan. Pemerintah Iran menyebutkan, 168 orang tewas, termasuk sekitar 110 anak. Analisis video oleh pakar menguatkan temuan tersebut.
Rekaman yang dirilis kemarin oleh kantor berita semi-resmi Mehr, dan telah diverifikasi keasliannya oleh BBC Verify, memperlihatkan momen sebuah rudal menghantam pangkalan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) yang berdampingan dengan Sekolah Dasar Shajareh Tayebeh di Kota Minab.
BBC Verify sebelumnya telah memastikan melalui citra satelit, video terverifikasi, serta analisis pakar bahwa kawasan sekitar sekolah itu terkena serangkaian serangan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Para ahli yang menelaah rekaman terbaru menyebutkan, keberadaan rudal Tomahawk serta bukti adanya beberapa serangan menunjukkan operasi ini dilakukan oleh AS. Israel maupun Iran tidak diketahui memiliki Tomahawk.
Seorang pakar menambahkan, kecil kemungkinan sebuah rudal Iran secara kebetulan mengenai lokasi yang sama dan menimbulkan korban sebanyak itu.
Pada Sabtu (07/03), Presiden AS Donald Trump menyalahkan Iran atas serangan terhadap sekolah tersebut. "Kami pikir itu dilakukan oleh Iran karena mereka sangat tidak akurat, seperti yang Anda tahu, dengan persenjataan mereka. Mereka sama sekali tidak punya akurasi," ujar Trump kepada para wartawan di Air Force One.
Sebagaimana dilaporkan CBS selaku mitra berita BBC di AS, penilaian awal pemerintah Amerika Serikat menyebutkan serangan mematikan itu "kemungkinan besar" dilakukan oleh pihaknya, namun tidak secara sengaja menargetkan sekolah dan bisa jadi mengenai lokasi tersebut karena kesalahan.
Sumber pemerintah Israel mengatakan kepada CBS News bahwa Israel tidak berada di balik serangan itu dan militernya tidak beroperasi di sekitar sekolah. Iran menuding AS dan Israel bertanggung jawab, tapi kedua negara belum secara terbuka menerima atau menyangkal keterlibatan.
Seorang analis senior di Mackenzie Intelligence Services mengatakan amunisi dalam video tersebut memiliki "seluruh ciri khas rudal Tomahawk AS pada fase terakhir."
Rudal Tomahawk
Tomahawk merupakan rudal jelajah jarak jauh yang dapat diluncurkan dari kapal selam, kapal perang, maupun pesawat, dan telah menjadi bagian dari persenjataan AS selama beberapa dekade.
Tomahawk ini buatan perusahaan Raytheon. Ia terbang di ketinggian rendah untuk menyerang sasaran tetap, seperti lokasi komunikasi dan pertahanan udara, di lingkungan berisiko tinggi di mana pesawat berawak mungkin rentan terhadap rudal permukaan ke udara.
Tomahawk adalah senjata jarak jauh tanpa awak sepanjang 5,6 meter dan memiliki jangkauan hingga sekitar 2.400 km. Ia dapat melaju secepat 885 km per jam.
Tomahawk diluncurkan secara vertikal dari kapal, dapat pula diluncurkan secara horizontal dari tabung torpedo pada kapal selam penyerang atau dari peluncur eksternal yang terpasang pada lambung kapal selam.
Rudal ini ditenagai oleh propelan padat selama fase peluncurannya. Setelah itu ditenagai oleh mesin turbofan yang tidak mengeluarkan banyak panas sehingga menyulitkan pendeteksian infra merah. Ia juga dapat menghindari deteksi radar karena beroperasi pada ketinggian rendah.
Setelah mencapai daratan, Tomahawk menggunakan panduan radar inersia dan pencocokan kontur medan (TERCOM), di mana peta yang disimpan di komputer rudal terus dibandingkan dengan medan sebenarnya untuk menemukan target. Saat TERCOM memindai lanskap, rudal Tomahawk mampu berputar seperti pesawat tempur yang menghindari radar, melintasi lanskap pada ketinggian hanya 30-90 meter.
Rudal Tomahawk pertama kali digunakan pada tahun 1991 selama Perang Teluk Persia sebagai bagian dari Operasi Badai Gurun. Saat itu, rudal ini menghancurkan sasaran seperti lokasi rudal permukaan ke udara, pusat komando dan kendali, istana kepresidenan Irak di Bagdad, dan pembangkit listrik.
(fyk/fyk)