Matahari Made in China Cetak Rekor Baru, Panasnya Lebih Lama

ADVERTISEMENT

Matahari Made in China Cetak Rekor Baru, Panasnya Lebih Lama

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 02 Jan 2022 13:13 WIB
Matahari buatan China
Matahari Made in China Cetak Rekor Baru, Bisa Panas Lebih Lama. Foto: Dok. Xinhua/Zhang Chaoqun
Jakarta -

Reaktor energi fusi Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) mencetak rekor dunia baru pekan ini. Matahari made in China ini berjalan selama 1.056 detik pada suhu plasma tinggi, durasi terlama untuk reaktor energi fusi tersebut sejauh ini.

Sebelumnya di bulan Mei, EAST mencetak rekor berjalan selama 101 detik pada suhu 120 juta derajat Celcius. Rekor baru ini tercapai setelah tim ilmuwan mengumumkan bahwa putaran baru pengujian akan dilakukan oleh Institute of Plasma Physics under the Chinese Academy of Sciences (ASIPP).

Institut yang terletak di Hefei, Provinsi Anhui, China timur ini, telah mengalirkan listrik lebih dari 10.000 kali sejak peresmian fase II EAST pada tahun 2011.

Dirancang untuk meniru reaksi fusi seperti Matahari menggunakan gas hidrogen dan deuterium sebagai bahan bakar, EAST akan membuka wawasan tentang penelitian fisika plasma yang sangat penting untuk membangun reaktor ukuran industri, untuk menghasilkan energi bersih.

Energi fusi dianggap sebagai "energi pamungkas" yang ideal untuk masa depan energi netral karbon karena gas hidrogen dan deuterium berlimpah di laut.

Lembaga ini juga telah berkolaborasi dengan perusahaan-perusahaan dengan emisi tinggi untuk membantu mereka mencapai netralitas karbon, menurut direktur ASIPP Song Yuntao.

Saat ini, EAST telah mencapai ketiga target secara terpisah: arus 1 juta ampere, durasi 1.000 detik, dan suhu 100 juta derajat Celcius. Misi terakhir tokamak ini adalah mencapai semua target ini dalam sekali percobaan.

Tonton juga video lain Viral tentang bakso kuah rawon berikut ini:

[Gambas:Video 20detik]



(rns/rns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT