Wahana NASA Cetak Rekor Mendekati Matahari

Wahana NASA Cetak Rekor Mendekati Matahari

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 30 Nov 2021 19:35 WIB
NASA
NASA Cetak Rekor Capai Titik Terdekat Matahari. Foto: NASA
Jakarta -

Parker Solar Probe, wahana antariksa milik NASA, membuat rekor baru setelah menyelesaikan perihelion atau orbit terdekat ke-10 ke Matahari. Pada 21 November 2021, penjelajah luar angkasa itu berada dalam jarak terdekat dengan permukaan Matahari yaitu 8,5 juta km.

Ini menjadikannya wahana antariksa terdekat yang bertahan melewati Matahari. Tak hanya itu, Parker Solar Probe juga memecahkan rekor lain sebagai benda buatan manusia tercepat yang pernah ada. Dalam perjalanannya tersebut, Parker berhasil mencapai kecepatan 586.864 km/jam.

Kecepatan tersebut mengalahkan pemegang rekor wahana antariksa Helios-2 dengan kecepatan maksimumnya 252.792 km/jam. Orbit ke-10 merupakan salah satu dari 24 orbit yang direncanakan untuk mendekati Matahari. Metode itu dilakukan dengan menggunakan tarikan gravitasi Venus dalam serangkaian tujuh flyby (terbang lintas) hingga akhirnya berada dalam jarak 6,9 juta km dari permukaan Matahari dan mencapai kecepatan lebih dari 690.000 km/jam.

Dikutip dari New Atlas, Selasa (30/11/2021) Parker Solar Probe yang diluncurkan pada 12 Agustus 2018 dari Stasiun Angkatan Udara Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat ini mampu bertahan dari panas dan radiasi.

Meski demikian, wahana ini tetap masih rentan terhadap kerusakan dan bisa menciptakan listrik berbahaya dari radiasi Matahari, sehingga orbitnya pun sangat elips untuk memungkinkannya pulih dan mengirimkan data sensor yang direkam tentang korona Matahari, medan magnet, dan dinamika partikel energi Matahari.

Sejauh ini, Parker Solar Probe berada dalam kondisi sehat dan beroperasi secara normal. Wahana tersebut akan mulai mengirimkan temuannya pada 24 Desember dan berakhir pada 9 Januari 2022.

Perjalanan Parker Solar Probe menuju Matahari tak semudah yang dikira. ia harus dihadang badai dan debu. Butir-butir kecil debu berdiameter 2 hingga 20 mikron berkecepatan tinggi sempat menabraknya. Parker Solar Probe diketahui mengalami periode intens dihantam butiran debu rata-rata setiap 12 detik sekali. Beruntung, dampak tabrakan tersebut sejauh ini tidak menimbulkan kerusakan besar dan Parker Solar Probe tetap bisa melanjutkan perjalanannya.



Simak Video "NASA Tegaskan Informasi Matahari Terbit dari Barat Adalah Hoaks"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)