Misteri Padang Salju Mendadak Bercahaya Biru

ADVERTISEMENT

Misteri Padang Salju Mendadak Bercahaya Biru

Fino Yurio Kristo - detikInet
Rabu, 29 Des 2021 05:45 WIB
Salju bercahaya
Misteri salju bercahaya. Foto: Facebook
Jakarta -

Terjadi pemandangan tak biasa di hamparan salju yang berlokasi di White Sea Biological Station di wilayah Arktik yang dikuasai Rusia. Salju itu menampakkan pendar-pendar bercahaya. Ada apa gerangan?

Cahaya itu berwarna biru pucat yang indah. Ilmuwan pun penasaran sehingga mereka langsung menyelidikinya dan menyimpulkan bahwa penyebab salju bercahaya ini adalah hewan-hewan kecil yang dinamakan copepoda.

Seperti dikutip detikINET dari Metro, Rabu (29/12/2021) sinar cukup terang di salju itu pertama kali ditemukan oleh ahli biologi yang bekerja di sana, saat mereka sedang berjalan-jalan beberapa waktu yang lalu.

Diduga hewan plankton itu tersapu ke pantai oleh terjangan gelombang tinggi. Ketika ahli biologi itu atau anjing mereka menginjaknya, maka copepoda pun bercahaya di antara putihnya salju.

"Mereka terlihat seperti cahaya biru Natal di padang salju," kata Vera Emelianko, seorang pakar biologi yang pertama kali menyaksikan pemandangan yang terhitung sangat langka itu.

Salju bercahayaSalju bercahaya. Foto: Facebook

Vera pula yang mengambil sampel salju itu untuk menelitinya. Terungkap kemudian olehnya bahwa cahaya itu bermunculan di hamparan salju karena kehadiran organisme copepoda yang bisa bersinar.

Copepoda ini kadang-kadang dijuluki sebagai serangga lautan, di mana ukurannya sangat kecil, hanya beberapa milimeter. Kira-kira jika diilustrasikan adalah hanya seukuran beberapa butir pasir.

"Mereka ini kecil, banyak jumlahnya, dan dimakan oleh banyak hewan," kata Steven Haddock, pakar biologi yang lain. Mereka adalah perenang pasif sehingga tidak bisa menghindar dari gelombang tinggi.

Adapun spesies yang terdampar di salju ini diidentifikasi sebagai Metridia longa, yang habitatnya dapat ditemukan di lautan Kanada sampai Arktik.



Simak Video "Melihat Fenomena 'Darah Salju' di Pegunungan Alpen"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT