Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Internet Iran Lumpuh 96% Usai Serangan AS-Israel, Apa yang Terjadi?

Internet Iran Lumpuh 96% Usai Serangan AS-Israel, Apa yang Terjadi?


Agus Tri Haryanto - detikInet

People react as they gather at the Enghelab Square, after Irans Supreme Leader Ayatollah Ali Khamenei was killed in Israeli and U.S. strikes on Saturday, in Tehran, Iran, March 1, 2026. Majid Asgaripour/WANA (West Asia News Agency) via REUTERS  ATTENTION EDITORS - THIS PICTURE WAS PROVIDED BY A THIRD PARTY
Internet Iran Lumpuh 96% Usai Serangan AS-Israel, Apa yang Terjadi? Foto: Majid Asgaripour/WANA via REUTERS
Jakarta -

Iran dilaporkan mengalami lebih dari 96% pemadaman internet nasional pada Sabtu (28/2/2026) setelah serangan militer yang dimulai oleh Amerika Serikat dan Israel.

Menurut data real-time dari pemantau internet NetBlocks, konektivitas internet di seluruh negeri Iran turun tajam hingga hanya tersisa sekitar 4% dari kondisi normal setelah pukul 07.00 UTC. Sistem pengamatan NetBlocks menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Iran kini nyaris tak terkoneksi secara digital.

Pemantau lain, Cloudflare Radar, juga mencatat dampak yang sama, yakni trafik internet yang hampir mendekati nol di semua wilayah utama, termasuk di kota-kota besar seperti Tehran, Fars, Isfahan, Alborz, dan Razavi Khorasan, sebagaimana dikutip dari Forbes, Senin (2/3/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

ADVERTISEMENT

Namun hingga kini tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa pemadaman ini disebabkan oleh serangan siber dari pihak luar. Indikator yang muncul justru menunjukkan bahwa pemutusan akses kemungkinan adalah kelanjutan dari kebijakan pemerintah Iran sendiri, sebagaimana pernah terjadi pada konflik sebelumnya.

BBC, ketika mencoba menghubungi kontak di dalam Iran melalui layanan satelit SpaceX Starlink, sempat berhasil tersambung secara singkat. Akan tetapi hingga kini belum jelas kapan akses semacam itu bisa kembali.

Analis mengatakan bahwa dengan tersisa sedikit konektivitas, lalu lintas internet itu kemungkinan besar masih digunakan oleh lembaga pemerintah atau militer. Dalam kondisi seperti ini, struktur digital negara tersebut bisa terungkap, yang membuka peluang bagi pemantauan rute koneksi yang biasanya tersembunyi.

Pemadaman internet secara luas terjadi bersamaan dengan dimulainya Operation Epic Fury, operasi militer yang diumumkan oleh Amerika Serikat ke Iran pada Sabtu (28/2). Serangan itu menewaskan sejumlah petinggi Iran, termasuk Ayatollah Ali Khamenei, serta ratusan warga Iran lainnya.

Iran kemudian meluncurkan serangan balasan pada Sabtu (28/2) dan Minggu (1/3). Pada Sabtu (28/2), Iran juga telah meluncurkan serangan ke Riyadh dan provinsi Timur Saudi.

Terbaru, Garda Revolusi Iran menyatakan telah 'menyerang' kapal induk AS USS Abraham Lincoln. Mereka menyerang kapal induk USS Abraham Lincoln di Teluk dengan rudal balistik setelah Pemimpin Tertinggi negara itu, Ayatollah Ali Khamenei, tewas akibat serangan udara Amerika Serikat (AS) dan Israel.

"Kapal induk AS Abraham Lincoln dihantam oleh empat rudal balistik," kata Garda Revolusi Iran dalam sebuah pernyataan yang dimuat oleh media lokal, dilansir Aljazeera, Senin (2/3/2026).




(agt/afr)




Hide Ads