Lapisan Salju Terawet Inggris Mencair karena Bumi Memanas

Lapisan Salju Terawet Inggris Mencair karena Bumi Memanas

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 06 Nov 2021 17:01 WIB
salju
Sphinx difoto awal Oktober lalu. Foto: Iain Cameron
Jakarta -

Lapisan salju terpanjang dan terawet di Inggris telah lenyap untuk yang kedelapan kalinya dalam 300 tahun. Perubahan iklim yang membuat suhu Bumi memanas dituding menjadi penyebabnya.

Dijuluki Sphinx, lapisan salju di Braeriach terpencil di Cairngorms ini diketahui telah mencair lebih sering dalam 18 tahun terakhir. Pakar bidang salju Iain Cameron mengatakan, menurut catatan, Sphinx sebelumnya meleleh sepenuhnya pada tahun 1933, 1959, 1996, 2003, 2006, 2017, dan 2018.

Sebelum tahun 1933, diperkirakan terakhir meleleh sepenuhnya pada tahun 1700-an. Sedihnya, Sphinx telah menyusut seukuran selembar kertas A4 dalam beberapa minggu terakhir sebelum akhirnya menghilang dalam cuaca ringan.

Dikutip dari BBC, Cameron yang tinggal di Stirling, telah mempelajari lapisan salju di Skotlandia selama 25 tahun. Dalam bukunya The Vanishing Ice, ia menggambarkan kondisi ini sebagai "ratapan" salju dan es yang masih tersisa di perbukitan Skotlandia.

Dia bekerja bersama mendiang Dr Adam Watson, seorang ahli biologi yang bertahun-tahun mempelajari pegunungan. Beberapa penelitian Dr Watson tentang Sphinx mengambil sumber dari informasi turun temurun generasi orang-orang yang bekerja dan mengunjungi Cairngorms. Informasi tersebut menunjukkan lapisan itu mungkin hanya meleleh beberapa kali dalam 300 tahun terakhir.

Dari tahun 1840-an, klub pendaki gunung Scottish Mountaineering Club mulai mencatat nasib lapisan tersebut, dan baru-baru ini para ilmuwan dan ahli ekologi telah mengumpulkan informasi.

Cameron mengatakan bahwa secara historis Sphinx adalah lapisan salju "paling tahan lama" di Inggris. Namun sebutan ini dipertanyakan karena lapisan salju beberapa kali menghilang.

Disebutkan Cameron, suhu Bumi yang lebih hangat karena perubahan iklim tampaknya menjadi alasan logis yang menyebabkan peningkatan laju pencairan salju.

Dia menambahkan, kondisi itu mempengaruhi daerah bersalju yang tinggi di pegunungan Skotlandia lainnya termasuk di pegunungan Ben Nevis di Lochaber. Aonach Beag, dekat Ben Nevis, juga memiliki sepetak salju yang sering bertahan dari satu musim dingin ke musim dingin lainnya.

"Apa yang kami lihat dari penelitian ini adalah, lebih kecil dan lebih sedikit lapisan salju. Lebih sedikit salju yang turun sekarang di musim dingin daripada di tahun 1980-an dan bahkan tahun 1990-an," ujarnya.

Sementara itu, penelitian terpisah oleh Cairngorms National Park Authority mengatakan adanya penurunan tutupan salju, dan lebih sedikit hari ketika salju diamati di gunung Cairngorm sejak musim dingin 1983-1984.

Para peneliti juga mencatat tren cuaca yang semakin hangat sejak tahun 1960-an, dan memperkirakan bahwa pada tahun 2080-an akan ada beberapa tahun dengan sangat sedikit atau tidak ada salju sama sekali di Cairngorm.

Lauren McCallum, dari kelompok kampanye perubahan iklim internasional Protect Our Winters, mengatakan bahwa Cairngorms dan dunia yang lebih luas perlu dilindungi dari kenaikan suhu lebih lanjut.

"Kita harus menjaga suhu yang sehat agar ekosistem dan komunitas kita dapat bertahan hidup," tegasnya.



Simak Video "Melihat Fenomena 'Darah Salju' di Pegunungan Alpen"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)