Misteri Kenapa Komet Berwarna Hijau Terpecahkan Setelah 90 Tahun

Misteri Kenapa Komet Berwarna Hijau Terpecahkan Setelah 90 Tahun

ADVERTISEMENT

Misteri Kenapa Komet Berwarna Hijau Terpecahkan Setelah 90 Tahun

Rachmatunnisa - detikInet
Kamis, 23 Des 2021 12:17 WIB
komet natal nasa
Misteri Kenapa Komet Berwarna Hijau Terpecahkan Setelah 90 Tahun. Foto: NASA
Jakarta -

Kepala komet bisa berwarna hijau, tapi tidak demikian dengan ekornya. Butuh puluhan tahun bagi para ilmuwan untuk memecahkan teka-teki ini.

Sering kali, Sabuk Kuiper dan Awan Oort melemparkan bola galaksi yang terdiri dari es, debu, dan batu dari sisa-sisa pembentukan tata surya berusia 4,6 miliar tahun.

Bola-bola ini, atau seperti yang kita ketahui sebagai komet, mengalami metamorfosis warna-warni saat melintasi langit, dengan kepala komet berubah warna menjadi hijau cerah yang semakin terang saat mendekati Matahari.

Namun anehnya, seperti dikutip dari Scitechdaily, Kamis (23/12/2021) bayangan hijau ini menghilang sebelum mencapai satu atau dua ekor yang tertinggal di belakang komet.

Teka teki hampir satu abad

Para astronom, ilmuwan, dan ahli kimia telah dibingungkan oleh misteri ini selama hampir satu abad. Pada 1930, fisikawan Gerhard Herzberg berteori fenomena itu akibat sinar Matahari menghancurkan karbon diatomik (dicarbon atau C 2), bahan kimia yang dibuat dari interaksi antara sinar Matahari dan bahan organik di kepala komet, tetapi sebagai dicarbon tidak stabil. Teori ini sulit untuk diuji.

Sebuah studi baru yang dipimpin oleh UNSW Sydney, yang diterbitkan pada 20 Desember 2021 dalam Proceedings of the National Academy of Sciences (PNAS), akhirnya menemukan cara untuk menguji reaksi kimia ini di laboratorium. Dengan demikian, teori berusia 90 tahun itu benar.

"Kami telah membuktikan mekanisme di mana dicarbon dipecah oleh sinar Matahari. Ini menjelaskan mengapa koma hijau, lapisan kabur gas dan debu yang mengelilingi nukleus, menyusut saat komet mendekati Matahari, dan juga mengapa ekor komet tidak ikut berwarna hijau," kata Timothy Schmidt, profesor kimia di UNSW Science dan penulis senior studi tersebut.

Komponen utama inti misteri ini, yaitu dicarbon, sangat reaktif dan bertanggung jawab untuk memberi banyak warna hijau pada komet. Dicarbon terdiri dari dua atom karbon yang saling menempel dan hanya dapat ditemukan di lingkungan yang sangat energik atau oksigen rendah seperti bintang, komet, dan medium antarbintang.

Dikarbon tidak ada pada komet sampai mereka mendekati Matahari. Saat Matahari mulai menghangatkan komet, bahan organik yang hidup di inti es menguap dan bergerak ke koma. Sinar Matahari kemudian memecah molekul organik yang lebih besar ini, menciptakan dicarbon.

Tim yang dipimpin UNSW sekarang telah menunjukkan bahwa ketika komet semakin dekat dengan Matahari, radiasi UV yang ekstrem memecah molekul dicarbon yang baru-baru ini dibuat dalam proses yang disebut 'photodissociation'.

Proses ini menghancurkan dikarbon sebelum dapat bergerak jauh dari nukleus, menyebabkan koma hijau menjadi lebih terang dan menyusut - dan memastikan semburat hijau tidak pernah sampai ke ekor. Ini adalah pertama kalinya interaksi kimia ini dipelajari di Bumi.

"Menurut saya, sesuatu yang luar biasa mengetahui seseorang di tahun 1930-an berpikir ini mungkin terjadi sampai ke tingkat detail dari mekanisme bagaimana hal itu terjadi. Kemudian 90 tahun kemudian, kita mengetahui itulah yang terjadi," kata Ms Jasmin Borsovsky, penulis utama studi ini dan mantan mahasiswa UNSW Science Honors.

"Herzberg adalah fisikawan yang luar biasa dan kemudian memenangkan Hadiah Nobel untuk Kimia pada 1970-an. Sangat menyenangkan bisa membuktikan salah satu hal yang dia teorikan," sambungnya.

Prof. Schmidt, yang telah mempelajari dicarbon selama 15 tahun, mengatakan temuan ini membantu kita lebih memahami baik tentang dicarbon maupun komet.

"Dicarbon berasal dari pemecahan molekul organik yang lebih besar yang membeku menjadi inti komet, jenis molekul yang merupakan bahan kehidupan," katanya.

"Dengan memahami masa hidup dan kehancurannya, kita dapat lebih memahami berapa banyak bahan organik yang menguap dari komet. Penemuan seperti ini mungkin suatu hari nanti membantu kita memecahkan misteri luar angkasa lainnya," tutupnya.



Simak Video "Ini Alasan Mengapa UFO Disebut Kendaraan Alien"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT