Ada yang Tahu, Apa Warna Asli Bulan?

Ada yang Tahu, Apa Warna Asli Bulan?

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 20 Nov 2021 21:02 WIB
Fenomena Bulan Biru Musiman atau Seasonal Blue Moon di langit Bekasi, Minggu (22/8/2021). Bulan Biru adalah purnama ketiga dari salah satu musim astronomis yang di dalamnya terjadi empat kali bulan purnama. ANTARA FOTO/Paramayuda/wsj.
Ada yang Tahu, Apa Warna Asli Bulan? Foto: ANTARA FOTO/Paramayuda
Jakarta -

Ketika melihat Bulan di siang hari, satelit alami Bumi itu terlihat redup dan putih dikelilingi birunya langit. Di malam hari, Bulan akan terlihat kuning cerah. Ada yang tahu, sebenarnya apa warna asli Bulan?

Mengapa warna Bulan tampak berubah dari putih menjadi kuning ketika berganti dari siang ke malam, dan mengapa Bulan terlihat abu-abu di banyak foto, terutama yang dari luar angkasa?

Menurut NASA, warna Bulan secara dominan dikontrol oleh variasi kandungan besi dan titanium. Sama seperti warna Bulan di banyak foto, Bulan memiliki warna asli abu-abu.

Dikutip dari Universe Today, warna abu-abu ini berasal dari permukaan Bulan yang sebagian besar mengandung oksigen, silikon, magnesium, besi, kalsium, dan aluminium.

Sebenarnya, ada juga batuan Bulan yang berwarna kehijauan dikenal sebagai olivine, namun jumlahnya tidak banyak. Batuan Bulan yang warnanya lebih terang biasanya adalah feldspar plagioklas, sedangkan batuan yang lebih gelap adalah piroksen.

Sebagian besar bebatuan yang dapat kita lihat adalah batuan vulkanik dan kemudian dikeluarkan dari dalam Bulan selama letusan gunung berapi. Saat kita melihat Bulan dari Bumi, sebagian atmosfer akan menghalangi pandangan kita. Hal inilah yang akan mempengaruhi bagaimana warna Bulan akan terlihat oleh mata.

Partikel-partikel di atmosfer menyebarkan panjang gelombang cahaya tertentu dan memungkinkan panjang gelombang lain untuk melewatinya secara langsung. Saat Bulan berada rendah di atas langit, kita melihat cahaya Bulan itu menembus sebagian besar atmosfer.

Cahaya di ujung spektrum biru tidak tersebar, sedangkan cahaya merah tidak tersebar. Inilah alasan mengapa Bulan terlihat lebih merah. Semakin tinggi di langit, Bulan akan semakin tertutup oleh atmosfer. Hal ini menyebabkan warna Bulan berubah menjadi lebih kuning seperti yang terjadi pada Matahari saat ia terbit di langit.

Saat posisi Bulan sedikit lebih tinggi, halangan dari atmosfer Bumi menyebabkan pada siang hari Bulan akan terlihat berwarna putih kebiruan. Itulah yang menyebabkan warna Bulan terkadang tampak berbeda-beda.

Sedangkan daerah gelap yang kita lihat di Bulan, yang disebut Lunar Maria, terbentuk oleh letusan gunung berapi purba. Lunar maria menutupi sekitar 16% permukaan Bulan dan sebagian besar di sisi yang dapat kita lihat dari Bumi. Para astronom mengira, Lunar Maria terbentuk sekitar 3-3,5 miliar tahun yang lalu, ketika Bulan jauh lebih aktif secara vulkanik.



Simak Video "NASA Sebut Jupiter Bisa Jadi Bintang Jika Ukurannya 80 Kali Lebih Besar"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)