Sampah Satelit Nyaris Tabrak Stasiun Antariksa

Sampah Satelit Nyaris Tabrak Stasiun Antariksa

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 15 Nov 2021 16:15 WIB
Perangkat luar angkasa Rusia dan China tidak jadi tabrakan, tapi bagaimana dengan sampah luar angkasa lainnya?
Nyaris! Sampah Satelit Tabrak Stasiun Antariksa. Foto: BBC World
Jakarta -

Pekan lalu, Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) terpaksa bermanuver untuk menghindari potensi tabrakan dengan sampah antariksa. Mengingat ada awak astronaut di dalamnya, perlu dilakukan perubahan orbit yang mendesak.

Selama 23 tahun masa orbital stasiun, ada sekitar 30 pertemuan yang dekat dengan puing-puing orbit dan perlu tindakan menghindar. Tiga di antaranya nyaris terjadi pada tahun 2020.

Seperti dikutip dari Science Alert, Senin (15/11/2021) pada bulan Mei lalu, ada sepotong kecil sampah luar angkasa yang melubangi lengan robot ISS buatan Kanada.

Sedangkan insiden tabrakan minggu lalu melibatkan sepotong puing dari satelit cuaca Fengyun-1C yang sudah tidak berfungsi dan dihancurkan pada tahun 2007 oleh uji coba rudal anti-satelit China.

Satelit itu meledak menjadi lebih dari 3.500 keping puing yang sebagian besar masih mengorbit. Banyak yang kini jatuh ke wilayah orbit ISS.

Untuk menghindari tabrakan, pesawat ruang angkasa Russian Progress merapat ke stasiun menembakkan roketnya selama lebih dari enam menit. Ini mengubah kecepatan ISS sebesar 0,7 meter per detik dan meningkatkan orbitnya, yang sudah lebih dari 400 km, sekitar 1,2 km.

Orbit makin penuh sampah

Puing-puing luar angkasa menjadi perhatian utama bagi semua satelit yang mengorbit Bumi, tak hanya ISS yang seukuran lapangan sepak bola. Selain satelit terkenal seperti stasiun ruang angkasa Tiangong milik China yang lebih kecil dan Teleskop Luar Angkasa Hubble, ada ribuan lain benda luar angkasa buatan manusia di orbit Bumi.

Sebagai stasiun luar angkasa berpenghuni terbesar, ISS adalah target yang paling rentan. ISS mengorbit pada 7,66 kilometer per detik. Tabrakan pada kecepatan itu bahkan dengan sepotong kecil puing saja bisa menyebabkan kerusakan serius. Kecepatan relatif satelit dan sampah sangat berdampak, sehingga beberapa tabrakan bisa lebih lambat sementara yang lain bisa lebih cepat dan lebih merusak.

Saat orbit Bumi yang rendah menjadi semakin padat, semakin banyak yang harus dilewati. Saat ini sudah ada hampir 5.000 satelit yang beroperasi, dan masih banyak lagi yang sedang dalam proses pembangunan.



Simak Video "Rusia Sebut Sanksi Barat Bisa Picu Stasiun Luar Angkasa ISS Jatuh"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)