Bahaya, Retakan Baru Ditemukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Bahaya, Retakan Baru Ditemukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional

Rachmatunnisa - detikInet
Rabu, 01 Sep 2021 07:45 WIB
Bagaimana para astronaut membersihkan stasiun luar angkasa dari virus dan bakteri
Bahaya, Retakan Baru Ditemukan di Stasiun Luar Angkasa Internasional. Foto: BBC
Jakarta -

Kosmonot Rusia menemukan retakan pada modul Zarya dari Stasiun Luar Angkasa Internasional (International Space Station/ISS). Retakan ini dikhawatirkan dapat menyebar seiring waktu dan membahayakan.

"Celah dangkal ditemukan di beberapa tempat pada modul Zarya. Ini kondisi yang buruk dan menunjukkan bahwa celah akan mulai menyebar dari waktu ke waktu," kata Vladimir Solovyov, kepala engineer roket dan perusahaan ruang angkasa Energia, dikutip dari Reuters.

Menurut NASA, modul Zarya yang juga disebut Functional Cargo Block atau blok kargo fungsional, adalah komponen pertama ISS yang diluncurkan ke orbit pada 20 November 1998.

Solovyov baru-baru ini menyatakan bahwa ISS mulai menunjukkan tanda-tanda penuaan usianya, dan memperingatkan bahwa mungkin ada "longsoran" peralatan yang rusak di 2025.

Kemunculan retakan baru ini menyusul beberapa insiden baru-baru ini di ISS. Pada Maret lalu, kosmonot Rusia menyegel dua celah kecil selebar rambut manusia pada modul Zvezda.

Adapun modul Zvezda, merupakan tempat tinggal untuk dua kosmonot dan mendukung sistem pendukung kehidupan stasiun bersama dengan sistem pendukung kehidupan cadangan di bagian stasiun AS. Retakan kecil pada modul dianggap sebagai sumber kebocoran udara yang telah diselidiki NASA dan badan antariksa Rusia Roscosmos selama berbulan-bulan.

Lalu di bulan Agustus, pendorong jet pada modul penelitian Rusia Nauka tiba-tiba menembak dan mendorong seluruh stasiun keluar dari tempatnya. Modul baru saja merapat di stasiun beberapa jam sebelumnya, dan ketika pendorong tiba-tiba salah tembak, Nauka pada dasarnya mencoba menarik diri dari titik doknya sehingga menarik ISS bersama dengannya. Pejabat keantariksaan Rusia mengatakan, kesalahan perangkat lunak dan human error kemungkinan menyebabkan insiden itu.



Simak Video "Momen Bersejarah Kru Film Rusia Tiba di Luar Angkasa"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)