Kategori Berita
Daerah
Layanan
Top Up & Tagihan
Detik Network
detikInet
Populasi Robot AI Diprediksi Tembus 4 Miliar, Manusia Terpinggirkan

Populasi Robot AI Diprediksi Tembus 4 Miliar, Manusia Terpinggirkan


Virgina Maulita Putri - detikInet

Robot humanoid Walker S2 dikerahkan menjaga perbatasan.
Foto: UBTech Robotics
Jakarta -

Kemajuan teknologi kecerdasan buatan (AI) dan robotika akan mendorong evolusi lapangan kerja. Saking pesatnya perkembangan teknologi ini, populasi pekerja robot diramal akan menyalip pekerja manusia dalam beberapa dekade ke depan.

Rob Garlick, mantan Head of Innovation, Technology, and Future of Work mengatakan pemilik bisnis diprediksi akan terus mengutamakan profitabilitas, dan salah satu cara untuk mendongkrak laba adalah dengan mengadopsi AI dan robot untuk menggantikan manusia dan melakukan penghematan.

"Kita memiliki sistem kepemimpinan dalam hal ekonomi dan bisnis yang mengagungkan profitabilitas," kata Garlick dalam wawamcara dengan CNBC, seperti dikutip detikINET, Selasa (24/2/2026).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Ketika Anda menggabungkan profitabilitas dengan kemajuan teknologi, kita akan menyaksikan perdagangan terbesar dalam sejarah, yang pada dasarnya adalah kecerdasan buatan akan melakukan lebih banyak, lebih baik, dan lebih murah, dan itu akan mampu menggantikan peran manusia," sambungnya.

Garlick mengatakan riset yang ia sebelumnya lakukan saat masih bekerja di Citi menemukan populasi robot AI akan mengalahkan pekerja manusia akibat kebijakan bisnis ini.

ADVERTISEMENT

"Dalam beberapa dekade mendatang, jumlah robot yang aktif akan melebihi jumlah pekerja, lalu ditambah lagi dengan agen-agen AI kecil, dan jumlahnya akan meledak," ujar Garlick.

Populasi robot AI, mulai dari humanoid sampai mobil otonom, diprediksi akan melonjak hingga 1,3 miliar pada tahun 2035, menurut laporan Citi yang dirilis tahun 2024. Jumlahnya akan meroket hingga 4 miliar pada tahun 2050.

Laporan Citi juga menghitung berapa lama waktu yang dibutuhkan sebuah robot untuk balik modal setelah menggantikan pekerja manusia dan membantu perusahaan berhemat.

Sebagai contoh, robot seharga USD 15.000 akan balik modal dalam 3,8 minggu untuk pekerjaan yang dikerjakan manusia dengan upah USD 41 per jam. Sementara itu, robot seharga USD 35.000 akan balik modal dalam 8,9 minggu setelah menggantikan pekerja manusia dengan gaji USD 41 per jam.

"Anda saat ini sudah bisa membeli robot humanoid yang memberikan periode pengembalian modal kurang dari 10 minggu dibandingkan pekerja manusia. Manusia tidak dapat bersaing dalam hal ini," pungkasnya.




(vmp/vmp)
TAGS





Hide Ads