Canggih! Satelit Ini Jadi Tukang Sapu di Luar Angkasa

ADVERTISEMENT

Canggih! Satelit Ini Jadi Tukang Sapu di Luar Angkasa

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 27 Agu 2021 22:36 WIB
Perangkat luar angkasa Rusia dan China tidak jadi tabrakan, tapi bagaimana dengan sampah luar angkasa lainnya?
Sampah luar angkasa kini bisa dibersihkan satelit khusus (Foto: BBC World)
Jakarta -

Perkembangan teknologi untuk bersih-bersih luar angkasa sedikit meredakan kekhawatiran akan tumpukan satelit mati yang dibiarkan mengotori orbit Bumi. Perusahaan asal Jepang Astroscale mengklaim satelit pembersih ELSA-d telah berhasil mengangkut sampah antariksa.

Union of Concerned Scientists menyebutkan, saat ini ada lebih dari 3.300 satelit yang sudah tidak berfungsi di orbit dan ribuan potongan sampah yang dapat dilacak, termasuk booster yang dibuang, satelit terlantar, dan potongan yang jatuh dari kapal.

"Tantangan utama dalam menghilangkan puing-puing di orbit secara umum adalah memasang atau menangkap objek. Demonstrasi pengujian ini berfungsi sebagai validasi yang berhasil atas kemampuan ELSA-d berlabuh pada objek yang akan diangkut seperti satelit yang mati," kata juru bicara Astroscale, dikutip dari Space Daily, Jumat (27/8/2021).

ELSA-d, singkatan dari End-of-Life Services by Astroscale-demonstration, adalah satelit pembersih sampah antariksa pertama di dunia, yang dirancang untuk menemukan dan mengambil satelit bekas dan puing-puing lain yang mengorbit Bumi. Satelit ini diluncurkan dari Kazakhstan dengan Roket Soyuz 2.1a oleh GK Launch Service Rusia bersama dengan 37 muatan lainnya.

"Ini memang baru langkah pertama. Tapi bagi kami, ini berarti besar. Tesnya singkat, dengan objek bergerak hanya beberapa sentimeter sebelum operator menembakkan pendorongnya dan terhubung kembali dengan objek. Seluruh tes berlangsung puluhan detik. Kami mampu untuk menguji kamera, visualisasi, software, dan yang paling penting, mekanisme penangkapan puing," kata CEO Astroscale Chris Blackerby.

Setelah demonstrasi yang sukses ini, ELSA-d akan menjalani beberapa tes lain yang mencakup upaya untuk menangkap objek luar angkasa yang jatuh dan tidak terkendali. Demonstrasi penangkapan terakhir adalah "diagnosis dan pencarian objek, di mana satelit servis seberat 175 kg akan memeriksa objek berupa satelit mati seberat 17 kg, menarik diri untuk mensimulasikan pencarian jarak jauh, lalu mendekati dan menangkapnya kembali.

Astroscale juga bekerja sama dengan badan antariksa Jepang JAXA dalam misi lain. Blackerby mengatakan bahwa Astroscale akan segera mulai mengerjakan versi generasi berikutnya dari pesawat ruang angkasa ELSA-nya, yang disebut ELSA-m yang bisa menangkap lebih banyak potongan puing.

Saat ruang angkasa menjadi semakin padat, meningkatnya jumlah puing di orbit Bumi sangat mengkhawatirkan. Jumlah puing orbital telah meningkat secara eksponensial selama 60 tahun terakhir dan menurut laporan yang diterbitkan oleh NASA pada Januari tahun ini, jutaan keping puing orbital sekarang ada di orbit rendah Bumi.

"Setidaknya 26.000 puing seukuran bola atau lebih besar dapat menghancurkan satelit karena berbenturan. Lebih dari 500 ribu puing seukuran kelereng, cukup besar untuk menyebabkan kerusakan pada pesawat ruang angkasa atau satelit, dan lebih dari 100 juta yang berukuran sebutir garam bisa menusuk pakaian luar angkasa," kata laporan itu.



Simak Video " Minimalisir Sampah Luar Angkasa, AS Akan Revisi Kebijakan"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT