Sungai Thames London Dihuni Hiu Berbisa

Sungai Thames London Dihuni Hiu Berbisa

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 12 Nov 2021 07:15 WIB
hewan langka
Sungai Thames London Dihuni Hiu Berbisa. Foto: CNN
Jakarta -

Sungai Thames di London, Inggris yang sangat terkenal, ternyata lebih seru dari yang kita duga. Sungai tersebut dihuni kuda laut, belut, anjing laut, dan hiu berbisa!

Sebuah survei yang dilakukan oleh Zoological Society of London (ZSL) mengungkapkan informasi ini. Kabar ini tentunya mengejutkan, mengingat pada 1957, sungai di ibu kota Inggris ini dinyatakan 'mati secara biologis'.

Sekarang, makhluk mengejutkan seperti hiu, termasuk jenis tope, starry smooth-hound, dan spurdog ditemukan di sungai ini. Spurdog, hiu ramping berukuran sekitar 58 cm dan ditutupi duri berbisa, dapat ditemukan di air yang dalam. Duri di depan dua sirip punggung hiu mengeluarkan racun yang dapat menyebabkan rasa sakit dan bengkak pada manusia.

hewan langkaHiu spurdog. Foto: CNN

Sedangkan hiu tope, seperti dikutip dari CNN, Jumat (12/11/2021) memakan ikan dan krustasea. Panjang hiu ini mencapai 1,8 meter serta berbobot hingga 48 kg, dan tidak pernah melancarkan serangan terhadap manusia tanpa alasan. Hiu starry smooth-hound, yang panjangnya bisa mencapai hingga 1,2 meter dan bobot 11,3 kg, kebanyakan memakan krustasea, kerang, dan moluska.

hewan langkaHiu tope. Foto: CNN

Namun, jumlah spesies ikan yang ditemukan di daerah pasang surut sungai telah menunjukkan sedikit penurunan, dan para ilmuwan konservasi telah memperingatkan bahwa diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami alasannya.

Sungai sepanjang 346 km ini menjadi rumah bagi lebih dari 115 spesies ikan dan 92 spesies burung. ZSL memperingatkan, spesies-spesies ini menghadapi ancaman polusi dan perubahan iklim.

hewan langkaHiu starry smooth-hound. Foto: CNN

Sungai Thames juga menyediakan air minum, makanan, mata pencaharian dan perlindungan dari banjir pesisir bagi masyarakat sekitar. ZSL mencatat, perubahan iklim telah meningkatkan suhu Thames rata-rata 0,2⁰C per tahun.

"Ini memperlihatkan gambaran yang mengkhawatirkan, bila dikombinasikan dengan kenaikan permukaan laut. Ketinggian air telah meningkat sejak pemantauan dimulai pada tahun 1911 di bagian pasang surut Sungai Thames, naik di beberapa titik rata-rata 0,4 cm per tahun sejak 1990," ZSL memperingatkan.

"Ketika suhu air dan permukaan laut terus meningkat di atas garis dasar bersejarah, satwa liar muara akan sangat terpengaruh, melalui perubahan siklus hidup dan rentang spesies," tutup ZSL.



Simak Video "Mengenal Lemur, Satwa Langka Madagaskar yang Bisa Dilihat di Jakarta"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/afr)