Riset: Anak 5-11 Tahun Diklaim Aman Divaksin Pfizer

Riset: Anak 5-11 Tahun Diklaim Aman Divaksin Pfizer

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 21 Sep 2021 16:44 WIB
PMI menggelar vaksinasi COVID-19 kepada warga di Kota Bekasi. Sebanyak 1000 dosis vaksin Pfizer disuntikkan kepada warga masyarakat hari ini.
Vaksin Pfizer diklaim aman untuk anak berusia 5-11 tahun (Foto ilustrasi: Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Vaksin Pfizer/BioNTech COVID-19, menurut uji klinis terbaru, diklaim dapat ditoleransi dengan baik dan menghasilkan respons kekebalan yang kuat pada anak-anak antara usia 5 dan 11 tahun. Pfizer berencana untuk menyerahkan hasil penelitian mereka untuk pertimbangan regulator kesehatan secepatnya.

Temuan ini berasal dari uji klinis fase 2 dan 3 yang melibatkan 2.268 peserta berusia 5 hingga 11 tahun. Mereka menguji dua dosis untuk anak-anak dengan interval tiga minggu. Setiap dosis adalah sepertiga dari yang diberikan kepada kelompok 12 tahun ke atas. Satu bulan setelah dosis kedua, respons imun dari anak-anak diklaim mirip dengan yang terlihat pada remaja dan dewasa muda yang dikontrol oleh Pfizer.

Pfizer dan BionNTech sekarang berencana untuk menyerahkan data tersebut ke Badan Pengawas Obat dan Makanan AS (FDA), Badan Obat Eropa (EMA), dan regulator kesehatan lainnya untuk Otorisasi Penggunaan Darurat, yang juga diuji secara ketat. Regulator nantinya akan menilai kualitas uji klinis dan memutuskan apakah dan kapan merekomendasikan vaksin kepada anak-anak dengan vaksin tersebut lulus atau tidak.

"Kami senang dapat mengirimkan data ke otoritas regulator untuk kelompok anak usia sekolah ini sebelum dimulainya musim dingin," kata Dr Ugur Sahin, CEO dan salah satu pendiri BioNTech, dalam sebuah pernyataan dilansir dari IFL Science, Selasa (21/9/2021).

Selama gelombang infeksi COVID-19 yang saat ini menyebar ke seluruh AS, jumlah anak yang terinfeksi jauh lebih tinggi. Secara total, AS memiliki hampir 5,3 juta kasus COVID-19 pada anak-anak, dengan lebih dari 243.000 kasus baru pada minggu pertama September. Minggu itu dan minggu sebelumnya bertanggung jawab atas peningkatan 10% jumlah kasus pada anak-anak sejak awal pandemi.

"Selama sembilan bulan terakhir, ratusan juta orang berusia 12 tahun ke atas dari seluruh dunia telah menerima vaksin COVID-19 kami. Kami ingin memperluas perlindungan yang diberikan oleh vaksin kepada populasi yang lebih muda ini, tunduk pada otorisasi peraturan, terutama saat kami melacak penyebaran varian Delta dan ancaman substansial yang ditimbulkannya kepada anak-anak," kata Albert Bourla, Ketua dan Chief Executive Officer Pfizer.

"Sejak Juli, kasus COVID-19 pada anak-anak telah meningkat sekitar 240% di AS - menggarisbawahi kebutuhan kesehatan masyarakat untuk vaksinasi. Hasil uji coba ini memberikan dasar yang kuat untuk mencari otorisasi vaksin kami untuk anak-anak berusia 5 hingga 11 tahun, dan kami berencana untuk menyerahkannya ke FDA dan regulator lainnya dengan segera," tandasnya.



Simak Video "RI Kembali Terima Pasokan Vaksin Pfizer, Jumlahnya Hampir 1,2 Juta"
[Gambas:Video 20detik]
(ask/fay)