NASA Telat Bikin Baju Astronaut, Elon Musk Tawarkan Bantuan

NASA Telat Bikin Baju Astronaut, Elon Musk Tawarkan Bantuan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 12 Agu 2021 09:15 WIB
Jakarta -

Pengembangan baju astronaut NASA untuk misi ke Bulan mengalami keterlambatan. Elon Musk pun menawarkan bantuannya kepada NASA untuk membuat baju luar angkasa tersebut.

Baju luar angkasa bernama Exploration Extravehicular Mobility Unit (xEMU) ini akan dipakai astronaut NASA dalam misi Artemis yang dijadwalkan meluncur pada tahun 2024. Tapi karena pengembangan baju luar angkasa ini mengalami keterlambatan, kemungkinan misi Artemis juga harus ditunda.

Keterlambatan ini diungkap dalam laporan NASA Office of Inspector General (OIG) yang bertugas mengawasi program dan operasional NASA. Dalam laporannya, NASA OIG mengatakan baju luar angkasa tersebut baru akan siap paling cepat pada April 2025.

"Mengingat penundaan yang diantisipasi dalam pengembangan baju luar angkasa, pendaratan di Bulan pada akhir 2024 seperti yang direncanakan NASA saat ini tidak bisa dilakukan," kata NASA OIG dalam laporannya, seperti dikutip dari Cnet, Rabu (11/8/2021).

Keterlambatan pengembangan xEMU diakibatkan beberapa faktor, mulai dari dana pengembangan yang dipangkas, penutupan fasilitas NASA karena pandemi COVID-19, dan masalah teknis lainnya. NASA sudah mengantisipasi pengembangan xEMU bisa molor hingga 12 bulan, tapi faktor-faktor di atas memperburuk keadaan.

Menanggapi laporan ini, Elon Musk menawarkan bantuannya dan SpaceX untuk mengembangkan xEMU untuk NASA. SpaceX sendiri sudah berpengalaman membuat baju luar angkasa untuk astronaut yang terbang ke orbit menggunakan kapsul Crew Dragon.

"SpaceX bisa melakukannya jika dibutuhkan," kata Musk saat merespon cuitan jurnalis CNBC Michael Sheetz.

Dalam cuitan selanjutnya, Sheetz mengatakan ada 27 perusahaan yang menyediakan komponen untuk baju luar angkasa itu. "Sepertinya terlalu banyak yang ikut campur," kata Musk dalam balasannya.

NASA sebelumnya pernah mengatakan akan terbuka menyambut kemitraan komersial untuk mengoptimalkan teknologi baju luar angkasa, jadi tawaran Musk bisa saja diterima oleh NASA.

Tapi baju luar angkasa yang pernah dikembangkan oleh SpaceX tentu beda dengan yang dibutuhkan untuk membantu astronaut bertahan hidup di Bulan. Baju luar angkasa SpaceX dirancang untuk melindungi astronaut jika terjadi kebakaran di kapsul atau tekanan di kabin berkurang.

Sedangkan baju seperti eXMU dirancang untuk melindungi astronaut saat keluar dari kapsul dan berjalan-jalan di Bulan dalam durasi yang panjang. NASA sudah mendemonstrasikan baju luar angkasa eXMU pada tahun 2019, dan mengklaim baju ini akan lebih nyaman ketimbang baju yang dikenakan astronaut Apollo.

Laporan ini juga mengungkap bahwa NASA sudah menghabiskan USD 420 juta untuk memproduksi dua baju luar angkasa yang ditargetkan selesai pada November 2024. Tapi OIG memperkirakan biaya ini akan membengkak hingga USD 1 miliar begitu dua baju tersebut selesai diproduksi.

(vmp/fyk)