Olimpiade Tokyo 2020 yang Ramah Lingkungan: Ranjang Kardus hingga Medali Daur Ulang

Olimpiade Tokyo 2020 yang Ramah Lingkungan: Ranjang Kardus hingga Medali Daur Ulang

Rachmatunnisa - detikInet
Sabtu, 24 Jul 2021 14:07 WIB
TOKYO, JAPAN - JULY 23: The Olympic rings outside of the stadium prior to the Opening Ceremony of the Tokyo 2020 Olympic Games at Olympic Stadium on July 23, 2021 in Tokyo, Japan. (Photo by Matthias Hangst/Getty Images)
Olimpiade Tokyo 2020 yang Ramah Lingkungan: Ranjang Kardus hingga Medali Daur Ulang. Foto: Getty Images/Matthias Hangst
Jakarta -

Jepang dikenal ramah lingkungan dan efisien. Hal ini pun terlihat pada perhelatan Olimpiade Tokyo 2020. Negara ini berupaya membuat meminimalkan dampak buruk terhadap lingkungan mulai dari penggunaan kardus untuk ranjang atlet hingga medali dengan mendaur ulang limbah.

Dikutip dari WTTW, podium medali pun terbuat dari plastik daur ulang. Bahkan, nama dan logo acara pun didaur ulang, dan penyelenggara memilih untuk tidak mengubahnya setelah Olimpiade 2020 ditunda ke 2021 karena pandemi virus Corona.

Ranjang kardus

Tempat tidur kardus untuk para atlet menjadi yang paling menarik perhatian. Air Weave Co.Ltd yang membuat tempat tidur ini menjelaskan bahwa tempat tidur kardus dimaksudkan agar mudah dipindahkan, dan ketika Olimpiade selesai bisa didaur ulang. Meski terbuat dari kardus, tempat tidur ini memliki teknologi dan desain yang membuatnya mampu menahan beban hingga 200 kilogram.

Beragam persiapan menjelang Olimpiade Tokyo 2020 selalu menarik perhatian. Salah satunya tempat tidur atlet yang terbuat dari kardus yang dapat didaur ulang.Tempat tidur atlet terbuat dari kardus yang dapat didaur ulang. Foto: AP Photo/Jae C. Hong

Penyelenggara Olimpiade Tokyo menargetkan bisa mendaur ulang 65% limbah yang dihasilkan selama acara. Mereka juga akan menggunakan kembali 99% barang yang dibeli untuk penyelenggaraan Tokyo 2020 Paralympics.

Sejumlah momen penting di Olimpiade Tokyo memperlihatkan bagaimana Jepang selalu mengedepankan konsep cerdas "reduce, reuse, recycle", termasuk estafet obor Olimpiade. Pembawa obor tampak mengenakan perlengkapan yang terbuat dari botol plastik daur ulang.

Sampah plastik jadi podium

Publik Jepang, meskipun banyak yang tidak mendukung keputusan pemerintah untuk tetap menggelar Olimpiade selama lonjakan kasus COVID-19, terlibat penuh dalam kampanye ramah lingkungan, jauh sebelum pandemi.

Seluruh warga Jepang membuang sampah plastik di tempat pengumpulan sampah yang ditempatkan di pengecer dan sekolah, menyumbangkan 13 ton material yang dikombinasikan dengan 11,5 ton lainnya. Sampah plastik ini dikumpulkan dan dikelola, dan akhirnya berubah wujud menjadi 98 podium medali Olimpiade.

Menariknya lagi, semua podium ini merupakan hasil produksi mesin cetak 3D. Begitu perhelatan selesai, penyelenggara acara akan mendaur ulang podium-podium itu untuk menjadi botol sampo dan deterjen.

Medali dari sampah gadget

Para atlet yang melangkah di atas podium dari plastik itu akan dikalungkan medali yang juga terbuat dari bahan daur ulang. Medali ini mewakili seluruh warga Jepang, karena materialnya disumbang dari limbah elektronik.

Sebanyak 5.000 medali di Olimpiade Tokyo dibuat dari logam dari smartphone bekas dan perangkat elektronik yang disumbangkan oleh warga Jepang. Hampir 80.000 ton gadget terkumpul, terdiri dari 6 juta ponsel, kamera digital, laptop, dan limbah elektronik lainnya.

"Setelah dipreteli, sampah elektronik itu menghasilkan lebih dari 30 kilogram emas, 4.100 kilogram perak, dan 2.700 kilogram perunggu," kata penyelenggara Olimpiade Tokyo.

Upaya ramah lingkungan lainnya yang tidak terlihat antara lain termasuk kesepakatan untuk pengadaan energi listrik terbarukan dari pembangkit listrik biomassa, dan penggunaan kendaraan listrik untuk mengangkut atlet dan personel Olimpiade. Keren ya!



Simak Video "Yang Bisa Dinantikan di Upacara Penutupan Olimpiade Tokyo 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)