Peta Dunia Berubah, Bertambah Samudra Baru

Peta Dunia Berubah, Bertambah Samudra Baru

Rachmatunnisa - detikInet
Senin, 14 Jun 2021 22:36 WIB
Samudra Pasifik
Lihat Lagi Peta Dunia, Bertambah Samudra Baru. Foto: Freeworldmaps
Jakarta -

Jika berbicara tentang lautan dunia, sebagian besar dari kita diberitahu bahwa ada empat samudra yaitu Pasifik, Atlantik, Hindia, dan Arktik. Pengetahuan itu kini harus diperbarui, karena jumlah samudra kini bertambah satu.

Adalah National Geographic yang mengklaim adanya samudra kelima ini. Dengan penemuan tersebut, kita semua akan segera melihat samudra kelima di peta dunia.

National Geographic secara resmi mengakui keberadaan Samudra Selatan. Samudra tersebut berputar-putar di sekitar Antartika, menandai pertama kalinya organisasi tersebut membuat perubahan serupa sejak mulai membuat peta dunia lebih dari seabad yang lalu.

Pada Hari Laut Sedunia 8 Juni pekan lalu, National Geographic mengumumkan hal tersebut, yang telah diakui secara tidak resmi oleh banyak ilmuwan dan peneliti selama beberapa dekade.

"Secara tradisional, ada empat (samudra) yang ditentukan terutama oleh daratan," kata Alex Tait, ahli geografi National Geographic Society, dikutip dari NPR, Senin (14/6/2021).

"Kami pikir penting untuk menambahkan wilayah laut kelima ini karena sangat unik dan karena kami ingin memberikan perhatian pada semua wilayah lautan," sambungnya.

Untuk diketahui, National Geographic telah membuat peta, atlas, dan globe sejak tahun 1915. Tapi kali ini akan menjadi pertama kalinya mereka membuat peta baru yang akan menyusun kembali lautan.

Langkah ini menyusul pengakuan National Oceanic and Atmospheric Administration dari Southern Ocean pada tahun 1999, ketika mendapat persetujuan dari US Board on Geographic Names.

Perubahan itu cukup mengejutkan para ahli yang sudah akrab dengan daerah tersebut. Misalnya Cassandra Brooks, asisten profesor dalam studi lingkungan di University of Colorado, Boulder, Colorado.

"Sejujurnya, saya agak terkejut karena saya selalu menganggap Samudra Selatan sebagai samudranya sendiri. Saya pikir sebagian besar ilmuwan yang bekerja di sana benar-benar memahami bagaimana Samudra Selatan adalah miliknya sendiri," ujarnya.

Namun menurutnya, Samudra Selatan itu istimewa. Disebutkan ilmuwan yang menghabiskan lebih dari 15 tahun karirnya mempelajari Antartika ini, wilayah Samudra Selatan ditentukan oleh Arus Lingkar Kutub Antartika yang kuat, aliran kritis yang disebut membantu mengatur iklim Bumi.

Brooks berpikir Samudra Selatan ibarat paru-paru atau jantung lautan yang memompa air ke seluruh lautan di dunia. Baik Tait maupun Brooks berharap pengakuan baru ini akan menciptakan lebih banyak kesadaran untuk wilayah yang sering dilupakan.

"Antartika begitu jauh sehingga kebanyakan orang tidak memikirkannya. Mereka tidak melihat betapa pentingnya sebuah wilayah bagi kelangsungan hidup kita semua," tutup Brooks.



Simak Video "Jepang Rencana Buang Air Radioaktif Fukushima ke Samudra"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)