Muncul Bola Api di Langit Brasil, Diduga dari Tata Surya Lain

Muncul Bola Api di Langit Brasil, Diduga dari Tata Surya Lain

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 06 Jun 2021 05:48 WIB
Beberapa bulan terakhir ini bumi terus dihujani oleh partikel asteroid dari luar angkasa. Setidaknya ada fenomena alam yang indah untuk dinikmati seperti hujan meteor Lyrids dan Eta Aquarids. 

Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) membagikan kalender astronomi yang akan terjadi pada bulan Mei ini. Salah satunya adalah fenomena alam hujan meteor Eta Aquarids yang terjadi tadi malam dan beberapa hari kedepan.
Ilustrasi hujan meteor. Foto: Getty Images/Dan Kitwood
Jakarta -

Sebongkah kecil batuan luar angkasa menabrak atmosfer Bumi dan menyambangi langit Brasil sebagai bola api spektakuler. Batuan meteor ini diduga berasal dari tata surya lain.

Meteor Watch Network (Bramon) Brasil, menangkap meteor Earth-grazer pada Minggu (30/5) malam di bagian selatan negara itu. Dua kamera di jaringan Bramon menangkap meteoroid yang terbakar dalam garis terang yang melukis jalan melintasi langit malam.

Bola api itu dianggap sebagai Earth-grazer ('penggembala' Bumi) karena bertabrakan dengan atmosfer kita pada sudut yang sangat dangkal. Pernyataan Bramon menunjukkan bahwa meteor itu mungkin berasal dari antarbintang.

"Analisis awal menunjukkan bahwa bola api itu dihasilkan oleh meteoroid yang datang dari luar tata surya," katanya seperti dikutip dari Cnet.

[Gambas:Youtube]


Untuk membuktikannya, diperlukan penelitian lebih lanjut. Saat ini, ilmu pengetahuan seputar objek antarbintang yang mengunjungi tata surya kita baru lahir dan masih kontroversial.

Benda kosmik pertama yang diidentifikasi berasal dari luar wilayah pengaruh Matahari kita disebut Oumuamua. Objek berbentuk aneh telah menjadi bahan perdebatan sejak penemuannya, dengan astronom Harvard Avi Loeb berulang kali menggandakan gagasan yang diperdebatkan bahwa itu mungkin semacam 'buatan' yang diciptakan oleh kecerdasan luar angkasa.

Loeb dan peneliti lainnya juga telah menganalisis data meteor untuk menunjukkan bahwa beberapa objek yang sampai ke Bumi kemungkinan telah menempati sistem bintang lain di beberapa titik.

Mengejar objek antarbintang seperti Oumuamua mungkin suatu hari nanti akan memberikan wawasan baru tentang sifat alam semesta. Namun para ahli berpendapat, mengumpulkan meteorit antarbintang yang sampai ke tanah mungkin merupakan cara yang jauh lebih mudah untuk dilakukan.

(rns/rns)