Minuman Pink Konon Bisa Bikin Lari Lebih Cepat

Minuman Pink Konon Bisa Bikin Lari Lebih Cepat

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 23 Mei 2021 09:03 WIB
minuman
Foto: Science Alert
Jakarta -

Minuman berwarna pink atau merah muda ternyata ada kaitannya dengan kemampuan berlari cepat. Setidaknya demikian menurut hasil sebuah studi.

Sekelompok tim ilmuwan menemukan bahwa pelari yang berkumur dengan minuman berwarna pink berlari lebih lama pada kecepatan rata-rata yang lebih cepat, sekaligus memiliki pengalaman berlari yang juga lebih menyenangkan.

"Menambahkan pewarna pink ke larutan pemanis buatan tak hanya meningkatkan persepsi rasa manis, tetapi juga meningkatkan perasaan senang, kecepatan lari yang dipilih sendiri, dan jarak yang ditempuh selama berlari," jelas ahli gizi Sanjoy Deb dari University of Westminster di Inggris, dikutip dari Science Alert.

Namun sebelum kalian terpengaruh dengan studi ini dan langsung memborong minuman berwarna pink di minimarket, perhatikan beberapa catatan berikut ini.

Ini adalah studi kecil yang hanya melibatkan total 10 peserta. Selain itu, sama halnya dengan eksperimen seperti ini, semua peneliti menemukan hubungan antara olahraga lari dengan minuman pink. Ini bukan konfirmasi ilmiah, namun yang pasti minuman dan cairan pink disebut benar-benar menyebabkan kaki bergerak lebih cepat atau semacamnya.

Larutan berwarna merah muda membuat perbedaan yang signifikan terhadap kinerja berlari orang secara keseluruhan. Jadi, bagaimana sebenarnya hal itu terjadi?

Menurut para peneliti, jawabannya berkaitan dengan bagaimana tubuh kita merespons asupan energi selama berolahraga, meskipun itu hanya asupan energi yang dirasakan.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kinerja dalam olahraga seperti berlari dan bersepeda tampaknya meningkat ketika orang menggunakan obat kumur karbohidrat, dengan rangsangan yang diperkirakan memberikan dorongan ke area di otak yang terlibat dengan output motorik dan fungsi sistem reward.

Kafein adalah zat lain yang dapat memberikan peningkatan kinerja fisik, tetapi jenis manfaat yang sama dapat didapatkan tanpa benar-benar mengonsumsi energi atau stimulan.

Untuk warna spesifik pink, tim memilihnya berdasarkan penelitian sebelumnya yang telah menunjukkan bahwa kita mengasosiasikan pink dengan rasa manis yang memberi energi.

"Meskipun mungkin tidak ada hubungan langsung antara warna minuman, persepsi rasa dan kinerja nutrisi, jika warna merah muda dikaitkan dengan rasa manis yang dirasakan, dan oleh karena itu ekspektasi asupan gula atau karbohidrat, mungkin masuk akal bahwa pemberian minuman berwarna merah muda selama latihan dapat memperoleh manfaat meningkatkan kinerja yang serupa dengan obat kumur karbohidrat melalui potensi efek plasebo," urai Deb.

Untuk menguji hipotesis efek plasebo mereka, para peneliti merekrut 10 orang dewasa sehat yang bugar dan berpengalaman berlari sebagai bagian dari latihan rutin mereka.

Para partisipan ini diminta untuk berlari di treadmill selama 30 menit, dengan instruksi untuk mengatur kecepatan mereka sendiri untuk latihan yang menantang.

Beberapa kali selama percobaan, partisipan diminta untuk minum atau berkumur dengan larutan non-kalori yang dimaniskan secara artifisial, baik cairan bening maupun larutan berwarna pink.

Menurut para peneliti, penambahan sederhana itu membuat perbedaan penting pada kinerja lari. Minuman pink membuat peningkatan kecepatan berlari rata-rata sekitar 0,5 kilometer per jam atau setara tambahan 213 meter. Secara keseluruhan, peningkatan kinerja berlari dengan minuman pink adalah 4,4%.

"Peningkatan perasaan senang juga terjadi selama latihan saat berkumur dengan minuman pink. Adalah mekanisme psikofisiologis potensial yang mungkin telah mendukung peningkatan kinerja," kata para peneliti.

Mekanisme ini, menurut para peneliti, didukung oleh efek plasebo, di mana pelari menerima dorongan energi dari potensi konsumsi gula atau karbohidrat dalam larutan kumur yang manis yang mereka gunakan.

Perlu dicatat bahwa sebelum percobaan, para peserta memang menonton video yang merinci manfaat peningkatan kinerja dari obat kumur karbohidrat, dan diberi tahu bahwa tes yang akan mereka lakukan dirancang untuk mengukur efek dari berkumur menggunakan minuman.

Tentu saja video tersebut dirancang untuk "menipu" partisipan tentang eksperimen itu. Tapi ini juga menyiapkan mereka untuk terjadinya efek plasebo lewat berkumur menggunakan minuman pink.

Bagaimanapun, ini adalah penelitian yang cukup menarik. Namun para peneliti menyebutkan, diperlukan penyelidikan dan studi lebih lanjut untuk melihat seberapa jauh efek plasebo pink dan mungkin minuman berwarna lain dalam peningkatan kinerja latihan dan olahraga.



Simak Video "WHO Minta Kerja Sama China untuk Studi Tahap Kedua"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)