Kenapa Suara Kita Berbeda Kalau Direkam? Ini Alasan Ilmiahnya

Kenapa Suara Kita Berbeda Kalau Direkam? Ini Alasan Ilmiahnya

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 21 Mei 2021 16:48 WIB
ilustrasi polusi suara
Foto: ThinkStock
Jakarta -

Pernah nggak kalian mendengarkan rekaman suara sendiri dan merasa geli, benci, bahkan jijik "Kok suaranya kaya gitu sih?". Ternyata hal ini dialami banyak orang dan ada penjelasan ilmiah di balik itu.

Asisten Profesor Otolaryngology, UW Medicine, University of Washington Neel Bhatt menyebutkan, sebagai seorang ahli bedah dengan spesialisasi merawat pasien dengan masalah suara, dia sering menyaksikan hampir semua pasiennya tidak nyaman mendengar rekaman suara mereka sendiri.

Menurut Bhatt, ketidaknyamanan yang kita alami saat mendengar suara sendiri dalam rekaman audio mungkin disebabkan oleh perpaduan terkait fisiologi dan psikologi.

"Pertama, suara dari rekaman audio dikirim secara berbeda ke otak kalian daripada suara yang dihasilkan saat kalian berbicara," tulis Bhatt yang dikutip dari The Conversation, Jumat (21/5/2021).

Dijelaskan olehnya, saat mendengarkan rekaman suara kita sendiri, suara mengalir melalui udara dan masuk ke telinga yang disebut sebagai konduksi udara. Energi suara menggetarkan gendang telinga dan tulang telinga kecil. Tulang-tulang ini kemudian mengirimkan getaran suara ke koklea yang menstimulasi akson saraf yang mengirimkan sinyal pendengaran ke otak.

Namun, saat kita berbicara, suara mencapai telinga bagian dalam dengan cara yang berbeda. Sementara beberapa suara ditransmisikan melalui konduksi udara, sebagian besar suara tersebut secara internal dilakukan melalui tulang tengkorak.

Saat kita mendengar suara sendiri saat berbicara, itu disebabkan oleh campuran konduksi eksternal dan internal, dan konduksi tulang internal tampaknya meningkatkan frekuensi yang lebih rendah.

"Karena alasan ini, orang umumnya menganggap suaranya lebih dalam dan lebih kaya saat berbicara. Sebagai perbandingan, suara yang direkam dapat terdengar lebih tipis dan bernada lebih tinggi," jelasnya.

Alasan kedua, pendengaran kita menganggapnya sebagai suara yang benar-benar baru yang memperlihatkan perbedaan antara persepsi diri dan kenyataan. Karena suara setiap orang unik dan merupakan komponen penting identitas diri, ketidakcocokan antara persepsi diri dan kenyataan ini bisa mengganggu. Tiba-tiba kalian menyadari bahwa orang lain mendengar suara yang seperti ini selama ini.

"Menurut saya alasan mengapa banyak dari kita benci mendengar suara sendiri bukanlah karena suara yang direkam lebih buruk daripada suara yang kita rasakan. Sebaliknya, kita lebih terbiasa mendengar diri kita sendiri terdengar dengan cara tertentu," kata Bhatt.

Ada sebuah penelitian yang diterbitkan pada tahun 2005 yang meminta pasien dengan masalah suara menilai suara mereka sendiri saat diperdengarkan lewat rekaman audio. Mereka juga meminta dokter menilai suara tersebut.

Para peneliti menemukan bahwa pasien, secara keseluruhan, cenderung menilai suara mereka yang didengar dari rekaman lebih negatif dibandingkan dengan penilaian objektif dari dokter.

"Jadi, kalau kalian menghina suara sendiri yang didengar dari rekaman audio, mungkin dari dalam diri kalian bereaksi berlebihan, dan kalian terlalu keras menilai diri sendiri," tutup Bhatt.



Simak Video "Top 5: Rekaman Suara 'Tubruk Saja Mobil Pengintai', Gibran Teguh Menang Telak di Kandang Bajo"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)