Amerika dan 13 Negara Lain: Temuan Asal Virus Corona WHO Cacat

Amerika dan 13 Negara Lain: Temuan Asal Virus Corona WHO Cacat

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 02 Apr 2021 17:08 WIB
WHO: Virus Corona Kemungkinan Menular dari Kelelawar Melalui Hewan Perantara
Laporan tim WHO soal asal virus Corona. Foto: DW (News)
Jakarta -

Amerika Serikat dan 13 negara lainnya mengaku tidak puas dengan laporan investigasi tim WHO (World Health Organization) tentang asal muasal virus Corona. Karena beberapa alasan, mereka menganggap temuan itu cacat.

Pertama, laporan WHO ditunda pengumumannya dari rencana semula dan kedua, WHO juga tidak bisa mengakses data yang lengkap dari China. WHO sendiri sudah mengakui ada data yang ditahan China sehingga tidak bisa diteliti oleh mereka.

"Penting bahwa kami menyuarakan kecemasan bersama bahwa studi pakar internasional tentang sumber virus SARS-CoV-2 secara signifikan tertunda dan kurang akses terhadap data dan sampel yang lengkap dan orisinal," demikian pernyataan bersama mereka yang dimuat di situs Kementerian Luar Negeri AS.

Dikutip detikINET dari Reuters, pernyataan itu ditandatangani pula oleh pemerintah berbagai negara seperti Australia, Kanada, Republik Ceko, Denmark, Estonia, Israel, Jepang, Latvia, Lithuania, Norwegia, Korea Selatan dan Inggris.

Mereka mendukung adanya studi lebih lanjut bagaimana virus Corona bisa melompat dari hewan ke manusia. WHO juga diminta berkomitmen lebih transparan dan tepat waktu dalam studinya.

"Penting bagi pakar independen punya akses penuh pada data dalam tahap awal wabah ini yang relevan untuk menentukan bagaimana pandemi ini dimulai," tambah mereka.

China memang menolak menyediakan data mentang kasus awal COVID-19 kepada tim WHO. Hal itu berpotensi mempersulit upaya memahami bagaimana sebenarnya permulaan pandemi Corona.

Dalam diskusi saya dan tim, mereka mengungkapkan kesulitan yang mereka hadapi dalam mengakses data mentah," ujar Direktur Jenderal Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Tedros Adhanom Ghebreyesus dalam pernyataan sebelumnya.

"Saya berharap studi kolaboratif di masa mendatang mencakup berbagai data yang lebih tepat waktu dan komprehensif," lanjutnya.

Dalam laporan akhir yang ditulis bersama dengan para ilmuwan China sebelumnya, tim WHO mengatakan kebocoran laboratorium Wuhan 'sangat tidak mungkin' menjadi asal usul dari virus Corona. Mereka meyakini bahwa virus tersebut menyebar dari kelelawar ke manusia melalui hewan lain.

Namun, Tedros menegaskan hipotesis terkait kebocoran virus Corona dari laboratorium itu masih perlu diselidiki lebih lanjut.



Simak Video "WHO Sebut Kasus Corona 2021 Lebih Tinggi dari 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/rns)