4 Vaksin Corona Model Baru, Ada yang Disetrum

Masa Depan Vaksin Corona

4 Vaksin Corona Model Baru, Ada yang Disetrum

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Sabtu, 27 Mar 2021 21:43 WIB
Gereja Westminster Abbey dialihfungsi jadi pusat vaksinasi COVID-19 di Inggris. Ribuan vaksin untuk warga Inggris disediakan di bangunan bersejarah tersebut.
Ilustrasi penyuntikkan vaksin (Foto: Stefan Rousseau/PA via AP)
Jakarta -

Setahun setelah World Health Organization (WHO) resmi menyatakan virus Corona sebagai pandemi, sudah ada 11 vaksin yang mendapat izin penggunaan.

Namun, ke-11 vaksin tersebut dinilai tak akan cukup untuk memenuhi kebutuhan di seluruh dunia. Setidaknya itu yang dikatakan oleh Esther Krofah, Direktur Eksekutif di FasterCures. Menurutnya dari sekitar 7 miliar orang yang ada di bumi, baru 1,2% yang mendapat vaksinasi.

"Kita membutuhkan sebanyak mungkin vaksin yang dapat melewati proses ilmiah," ujarnya.

Namun untungnya, saat ini sudah ada 251 vaksin COVID-19 lain yang ada di tahap pengembangan, dengan 60 di antaranya sudah diujikan ke manusia. Bahkan beberapa di antaranya sudah hampir selesai pengembangannya.

Dilansir Science News, Sabtu (27/3/2021) berikut ini beberapa vaksin jenis baru yang dianggap berpotensi untuk menambah daftar vaksin Corona yang mendapat izin pemakaian. Vaksin-vaksin ini mempunyai cara kerja berbeda dengan vaksin yang sudah ada.

1. Covaxx

Peneliti vaksin CovaxxPeneliti vaksin Covaxx Foto: Dok. Covaxx


Vaksin ini menggunakan beberapa bagian dari protein bernama peptide, dan beberapa protein yang ada di virus Corona, atau tepatnya SARS-CoV-2. Peptide yang dipakai ini menyerupai struktur penting dari protein yang ada di virus Corona.

Saat disuntikkan ke dalam tubuh, peptide buatan laboratorium ini mendorong tubuh untuk membuat sistem antibodi.

Dibanding vaksin lainnya yang menggunakan protein spike secara keseluruhan, Covaxx hanya menggunakan sebagian dari protein dari virus Corona yang penting untuk mendorong reaksi dari sistem imunitas manusia. Selain itu, vaksin ini pun bisa disimpan secara stabil dalam suhu kulkas biasa.

Saat ini Covaxx tengah menjalani pengujian tahap kedua di Taiwan untuk mempelajari respon imunitas dan efek sampingnya. Pengujian tahap 2 dan 3 juga akan segera dilakukan di Brazil untuk menentukan tingkat efikasinya.

Vaxart dan Valneva ada di halaman berikutnya...