4 Cerita Mereka yang Mengalami Mati Suri

4 Cerita Mereka yang Mengalami Mati Suri

Aisyah Kamaliah - detikInet
Jumat, 26 Feb 2021 07:15 WIB
Heart monitor
Pengalaman mati suri, berikut ini sejumlah kisah orang-orang yang mengalaminya. Foto: Getty Images
Jakarta -

Pengalaman mati suri bisa dialami siapa saja. Pengalaman ini menjadi hal yang tidak terlupakan seumur hidup dan menarik untuk dibahas.

Beberapa orang yang mengalami mati suri pun membagikan kisah mereka. Dirangkum detikINET, berikut ini di antaranya:

1. Mau autopsi, pria ini hidup lagi

Tahun 2015, seorang pria dari India mengalami mati suri karena infeksi telinga dan kurang gizi. Ia tidak sadarkan diri di sebuah depot bus di Mumbai dan segera dilarikan ke rumah sakit dalam kondisi jantung sudah tidak berdetak.

Pria ini pun dinyatakan meninggal sehingga harus ditempatkan di kamar mayat. Sesuai prosedur, jenazah harus ditunggu selama dua jam guna mengantisipasi kejadian mati suri.

Benar saja, saat petugas melakukan pemeriksaan, perut pria ini bergerak. Pria ini langsung bangun setelah terjadi kehebohan karena petugas berhamburan ingin memberitahu dokter.

2. Bangkit saat hendak dibalsem

Kigen, penduduk desa Kibwastuiyo di Konstituensi Bureti, Kenya, pingsan saat berada di rumah sebelum keluarganya membawa ia ke rumah sakit. Adiknya, Kevin Kipkurui, mengatakan sang kakak sudah ditemukan tak sadarkan diri di rumah begitu saja.

Kigen diketahui mengidap penyakit kronis dan perawat yang menerima Kigen mengatakan bahwa nyawa pria itu sudah tidak terselamatkan di perjalanan menuju RS.

Saat mendekati waktu dibalsem, Kigen dinyatakan belum meninggal. Petugas mengatakan Kigen telah sadar kembali. Kigen yang mengalami hal tersebut juga kebingungan karena terbangun di dalam kamar jenazah.

"Saya tidak percaya apa yang baru saja terjadi. Bagaimana mereka menetapkan bahwa saya sudah mati? Saya bahkan tidak tahu di mana saya berada ketika saya sadar kembali, tetapi saya bersyukur kepada Tuhan karena telah menyelamatkan hidup saya. Saya akan melayaninya selama sisa hidup saya," kata Kigen.