Kata Pakar soal Kematian Lansia Usai Divaksin Pfizer

Kata Pakar soal Kematian Lansia Usai Divaksin Pfizer

Aisyah Kamaliah - detikInet
Selasa, 19 Jan 2021 18:10 WIB
A health care professional prepares a Pfizer-BioNTech COVID-19 vaccine at Sheba Tel Hashomer Hospital in Ramat Gan, Israel, Tuesday, Jan. 12, 2021. Israel has struck a deal with Pfizer, promising to share vast troves of medical data with the drugmaker in exchange for the continued flow of its COVID-19 vaccine. Critics say the deal is raising major ethical concerns, including possible privacy violations and a deepening of the global divide between wealthy countries and poorer populations, including Palestinians in the occupied West Bank and Gaza, who face long waits to be inoculated. (AP Photo/Oded Balilty)
Vaksin Pfizer untuk mencegah penyebaran COVID-19. Foto: AP/Oded Balilty
Jakarta -

Laporan kematian di antara lansia usai vaksinasi Pfizer untuk mencegah penyebaran COVID-19 bikin geger. Kabar ini pun menjadi pemberitaan besar karena vaksin Pfizer dianggap kurang aman untuk lansia.

Nathan Bartlett Associate Professor School of Biomedical Sciences and Pharmacy di University of Newcastle angkat suara terkait masalah tersebut. Dikutip dari Science Alert, berikut ini beberapa penjelasannya:

Apa yang sudah diketahui

Menurut Bartlett, kita belum melihat masalah serupa dilaporkan di negara lain mana pun yang meluncurkan vaksin Pfizer. Norwegia sendiri telah melaporkan sekitar 45 ribu orang di seluruh negeri telah divaksinasi COVID-19 sejauh ini. Program vaksin mereka sebagian besar difokuskan pada penghuni panti jompo.

"Di negara lain, mungkin ada lebih banyak fokus pada pekerja perawatan kesehatan garis depan pada contoh pertama. Jadi jika ada hubungan antara kematian pada lansia dan vaksin ini, mungkin belum terlihat," tuturnya.

Hal itu juga menurutnya tergantung pada pengawasan. Norwegia mungkin memiliki sistem pengawasan dan pelaporan yang sangat cepat, yang secara efisien melacak setiap orang yang telah divaksinasi sehingga dengan cepat dapat melaporkan setiap hasil yang kurang baik.

Dengan contoh laporan Norwegia, dapat membuat negara lain peka untuk memantau penerima vaksin dengan cermat, terutama mereka yang berada di panti jompo yang lebih tua dan rentan. Meskipun mereka sedang diselidiki, penting untuk dicatat bahwa kematian belum dikaitkan secara meyakinkan dengan komplikasi dari vaksin. Sementara itu, para ahli di Australia menyerukan kepada masyarakat untuk tetap tenang.