Mengukur Keamanan Vaksin Pfizer Usai 29 Orang Meninggal

Mengukur Keamanan Vaksin Pfizer Usai 29 Orang Meninggal

Fino Yurio Kristo - detikInet
Senin, 18 Jan 2021 13:32 WIB
Pertama di Dunia, Inggris Izinkan Penggunaan Vaksin COVID-19 Pfizer-BioNTech
Vaksin Pfizer. Foto: DW (News)
Jakarta -

Keamanan vaksin Pfizer dipertanyakan beberapa pihak menyusul kematian puluhan lansia di Norwegia usai disuntik vaksin buatan Amerika Serikat-Jerman-China tersebut. Akan tetapi beberapa pakar menyatakan keyakinannya bahwa vaksin Pfizer tetap aman digunakan.

Dalam kabar terbaru, 29 orang lansia di Norwegia meninggal dunia setelah menerima suntikan vaksin Pfizer. Pakar kesehatan menyebutkan vaksin Pfizer kemungkinan tak bisa disalahkan sepenuhnya sebagai pemicu kejadian yang cukup menghebohkan tersebut.

"Kelompok orang-orang ini --yang punya efek samping berat itu dan sayangnya sebagian meninggal dunia-- sangat-sangat tua dan rapuh," kata Profesor Brendan Murphy dari Departemen Kesehatan Australia.

"Tidak jelas apakah vaksin itu secara langsung berhubungan dengan kematian tersebut," tambah dia seperti dikutip detikINET dari ABC, Senin (18/1/2021).

Adapun Steinar Madsen selaku direktur medis Norwegian Medicines Agency (NOMA), menyatakan bahwa distribusi dan pemberian vaksin Pfizer di negara itu bakal terus dilanjutkan sesuai jadwal meski ada peristiwa kematian tersebut.

"Tapi kami membuat beberapa penyesuaian, apa yang harus diberitahukan pada dokter. Pasien di panti jompo, jika harapan hidupnya sudah pendek atau dalam tahap akhir penyakit, Anda harus mempertimbangkan untuk tidak memberi mereka vaksin," kata Steinar.

Australia sendiri memesan 10 juta dosis vaksin Pfizer dengan salah satu kelompok penerima pertama juga adalah para lansia. Vaksin ini kemungkinan bisa disetujui pada akhir bulan dan otoritas kesehatan menjamin keamanannya. Data dari New York Times, vaksin Corona Pfizer adalah kolaborasi antara Pfizer dari Amerika, dengan BioNTech dari Jerman, dan Fosun dari China.

"Saya pikir orang harus yakin, kami punya proses regulasi sangat bagus dan proses yang menyeluruh di Australia. Vaksin tersebut, bagi mayoritas populasi, terlihat sangat baik untuk mencegah penyakit parah dan kematian," ujar Professor Catherine Bennett dari Deakin University mengenai isu yang menimpa vaksin Pfizer.



Simak Video "Momen Wanita 105 Tahun Disuntik Vaksin Covid-19 Pfizer"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)