Kenapa Data Black Box Pesawat Tidak Disimpan di Cloud?

ADVERTISEMENT

Kenapa Data Black Box Pesawat Tidak Disimpan di Cloud?

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 12 Jan 2021 12:10 WIB
black box
Kenapa Data Black Box Pesawat Tidak Disimpan di Cloud? Foto: Wikipedia
Jakarta -

Black box menjadi benda paling dicari saat terjadi kecelakaan pesawat. Banyak orang bertanya kenapa data black box pesawat tidak disimpan di cloud seperti yang sering dilakukan dengan file lainnya.

Ini bukan argumen baru. Pertanyaan serupa kerap muncul setiap kali terjadi kecelakaan pesawat, terutama di masa sekarang, di mana perkembangan teknologi memungkinkan sejumlah maskapai penerbangan menyediakan layanan internet di pesawat.

Banyak orang berasumsi, jika informasi di dalam black box di-upload secara real time ke cloud, akan mempermudah proses investigasi penyebab kecelakaan, terutama saat black box tidak bisa ditemukan. Apa benar demikian?

Saat ini memang sudah ada sejumlah perusahaan yang mencoba menawarkan teknologi penyimpanan data penerbangan secara real time ke cloud. Namun nyatanya tidak semudah itu menerapkan penyimpanan cloud untuk data black box berikut ini sejumlah tantangannya.

Keamanan data

Dikutip dari Science How Stuff Works, faktor yang paling disoroti terkait penyimpan data black box di cloud adalah keamanan saat pengaplikasian streaming data penerbangan. Dari tingkat keandalan enkripsi sistem streaming, muncul juga pertanyaan tentang siapa yang akan memelihara data yang di-streaming, dan di mana data itu akan disimpan.

Pencurian atau pengubahan informasi rentan terjadi saat data dikirim atau saat data sudah tersimpan di server. Dengan teknologi cloud saat ini yang memanfaatkan lebih dari satu jaringan server, risiko ini semakin tinggi.

Rentan gangguan

Perekam penerbangan modern menyimpan hingga 25 jam data dalam satu putaran secara terus-menerus. Mereka memantau setidaknya 88 parameter seperti pengaturan kontrol kokpit, informasi tentang mesin, waktu, dan lain-lain. Perekam suara juga terus merekam suara di kokpit.

Meski semua informasi black box dapat dikirim langsung ke cloud, tidak ada jaminan bahwa streaming data ke cloud selalu berfungsi, terutama selama detik-detik kritis menjelang terjadi insiden. Transmisi wireless juga rentan terhadap badai listrik dan gangguan lainnya.


Selanjutnya: Jumlah data dan koneksi internet yang tidak stabil

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT