Teleskop Raksasa Pelacak Alien Roboh

Teleskop Raksasa Pelacak Alien Roboh

Anggoro Suryo Jati - detikInet
Rabu, 02 Des 2020 12:07 WIB
Observatorium Arecibo
Teleskop raksasa milik Observatorium Arecibo di Puerto Rico (Foto: University of Central Florida)
Jakarta -

Teleskop raksasa milik Observatorium Arecibo di Puerto Rico yang dipakai untuk melacak asteroid dan alien akhirnya benar-benar rusak setelah struktur utama teleskop tersebut akhirnya roboh.

Hal ini sebenarnya sudah diprediksi oleh para insinyur setelah dua minggu lalu teleskop tersebut terdampak dari badai dan gempa yang melanda daerah tersebut. Saat itu, dua kabel dari beberapa kabel yang menyokong struktur utama teleskop rusak.

Kini, struktur tersebut akhirnya benar-benar rusak setelah terjatuh dan menimpa piringan reflektor raksasa di bawahnya. Dari foto yang diposting di Twitter oleh Deborah Martorell terlihat kalau struktur utama teleskop tersebut sudah tak lagi berada di tempatnya.



Hal ini pun dikonfirmasi oleh National Science Foundation (NSF) yang membawahi Observatorium Arecibo.

"Kami sangat sedih dengan situasi ini namun untungnya tak ada korban luka," ujar Sethuraman Panchanathan, Direktur NSF.

"Fokus kami adalah kini untuk menghitung kerusakan, mencari cara untuk memperbaiki operasional bagian lain dari observatorium, dan bekerja untuk terus melanjutkan komunitas ilmuwan, dan masyarakat Puerto Rico," tambahnya.

Setelah dihantam badai dan gempa selama beberapa waktu, putusnya kabel penyangga struktur bangunan menjadi pukulan terbaru yang menyulitkan salah satu teleskop radio terkuat di dunia ini.

Sebelumnya, observatorium ini pernah ditutup selama beberapa bulan setelah terdampak Badai Maria pada 2017. Kemudian di awal tahun ini, teleskop kembali ditutup pada Januari dan Februari karena serangkaian gempa yang melanda Puerto Rico.

Perbaikan dari insiden kabel putus yang terjadi di Agustus lalu seharusnya dimulai minggu ini. Namun nyatanya, hal itu tidak bisa dilakukan dengan putusnya dua kabel penyangga terbaru.

Arecibo selama ini digunakan untuk penelitian ilmiah dan melacak asteroid yang dekat dengan Bumi. Teleskop ini juga terkenal karena dipakai untuk mengirimkan sinyal ke luar Bima Sakti, sebagai bagian dari program Search for Extraterrestrial Intelligence (SETI) untuk mendeteksi kehidupan lain di luar Bumi atau alien.



Simak Video "Peneliti LAPAN Nilai Anggaran Rp 340 M untuk Riset Astronomi Tak Berlebihan"
[Gambas:Video 20detik]
(asj/fay)