Rusak Misterius, Teleskop Raksasa Pemburu Alien Ditutup Permanen

Rusak Misterius, Teleskop Raksasa Pemburu Alien Ditutup Permanen

Fino Yurio Kristo - detikInet
Jumat, 20 Nov 2020 14:33 WIB
Arecibo Observatory
Arecibo Observatory ditutup permanen. Foto: NASA
Puerto Rico -

Arecibo Observatory, teleskop radio raksasa yang fungsinya mencari kehidupan alien di planet lain atau melacak asteroid, rusak dan disimpulkan tidak dapat diselamatkan. Maka, US National Science Foundation selaku salah satu pengelolanya memutuskan menutupnya selamanya.

Selama 57 tahun beroperasi, teleskop itu telah menghasilkan beragam temuan penting. Akan tetapi belum lama ini, observatorium yang berlokasi di Puerto Rico ini mengalami dua kali kerusakan parah.

Dua kabel yang menyokong struktur bangunan tersebut runtuh Jumat lalu. Sebelumnya, insiden serupa terjadi di bagian lain observatorium pada Agustus lalu. Kedua insiden menyebabkan kerusakan pada bagian piringan reflektor besar teleskop yang ukurannya sekitar 20 hektar.

"Kami menyimpulkan bahwa kerusakan terbaru pada teleskop 305 meter ini tidak bisa diperbaiki tanpa menimbulkan risiko nyawa dan keselamatan dari para kru dan staff," kata Sean Jones, asisten direktur Mathematical and Physical Sciences Directorate at NSF.

Sebenarnya, University of Florida yang menangani fasilitas ini sudah punya solusi perbaikan menyusul kerusakan pertama. Namun karena terjadi kerusakan lagi, perbaikan teleskop jauh lebih rumit dan sangat berisiko.

"NSF telah memutuskan untuk memulai proses penutupan yang terkontrol dari teleskop ini," tambahnya, dikutip detikINET dari Reuters, Jumat (20/11/2020).

Penyebab kerusakan belum disebutkan dan sepertinya masih misterius. Kemungkinan, kabel penyokong itu lebih lemah dari perkiraan sebelumnya.

Salah satu jasa besar teleskop yang dibangun pada tahun 1960-an ini adalah mendeteksi asteroid dekat Bumi bernama Bennu di tahun 1999. NASA kemudian menindaklanjutinya, bahkan baru-baru ini mengirimkan wahana ke sana untuk mengambil sampel asteroid tersebut.

Arecibo memainkan peranan penting dalam usaha memburu makhluk luar angkasa sejak tahun 1970-an. Pada tahun 1974, astronom memanfaatkan teleskop radio ini untuk mentransmisi kode biner menuju klaster bintang berjarak 25 ribu tahun cahaya, berharap pesan mereka itu sampai ke alien.



Simak Video "Peneliti LAPAN Nilai Anggaran Rp 340 M untuk Riset Astronomi Tak Berlebihan"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/fay)