Bocah 9 Tahun Menangkan Kompetisi Rancang Toilet untuk NASA

Bocah 9 Tahun Menangkan Kompetisi Rancang Toilet untuk NASA

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 08 Nov 2020 06:17 WIB
markas NASA di Bulan
Bocah 9 Tahun Menangkan Kompetisi Rancang Toilet untuk NASA Foto: NASA
Jakarta -

Bocah berusia sembilan tahun asal Malaysia memenangkan kompetisi desain toilet luar angkasa yang diadakan NASA. Ia berhasil mengalahkan hampir 900 pesaing lainnya dari seluruh dunia.

Lewat kompetisi Lunar Loo Challenge, NASA meminta partisipan untuk merancang toilet untuk astronaut yang bisa beroperasi di Bulan. Meski saat ini sudah ada toilet luar angkasa yang digunakan di International Space Station, toilet tersebut hanya bisa digunakan di kondisi gravitasi mikro.

Bocah bernama Zyson Kang Zy Shun itu menciptakan 'Spacesuit Lunar Toilet' yang membuat para juri terkesan. Ia akhirnya didapuk NASA sebagai juara pertama di kategori Junior, setelah mengalahkan 897 anak-anak lainnya dari 85 negara, seperti dikutip detikINET dari South China Morning Post, Minggu (8/11/2020).

Bocah 9 Tahun Menang Kompetisi NASAZyson Kang Zy Shun, bocah 9 tahun yang menangkan kompetisi NASA Foto: Facebook

Toilet yang dirancang Zyson tidak membutuhkan baterai atau listrik karena cukup dioperasikan menggunakan energi kinetik mekanis. Toilet ini juga bisa dimasukkan ke dalam pakaian luar angkasa yang dikenakan astronaut.

"Toilet ini bekerja dengan menerapkan konsep kinetik mekanis untuk menghasilkan energi sedot vakum untuk mengkristalkan urine dan feses untuk dibuang secara aman," kata Zyson.

"Ketika menggerakkan kaki, urine akan mengalir ke kontainer yang ada di sepatu boots astronaut. Desain ini tidak membutuhkan komponen listrik, sehingga meminimalisir potensi malfungsi di luar angkasa," sambungnya.

Murid kelas tiga sekolah dasar ini memaparkan temuannya kepada tim NASA pada 28 Oktober lalu lewat webinar. Pelatih Zyson, Chong Soo Sheong, mengatakan kesuksesan anak didiknya tidak datang dalam semalam.

"Ia sudah bekerja keras untuk desainnya tanpa henti selama berbulan-bulan. Ada banyak proses pembelajaran yang terlibat," kata Chong yang bekerja di pusat sains I-Discovery World di Kuala Lumpur, Malaysia.

"Ada banyak pasang surut, uji coba dan kegagalan, serta kurva pembelajaran yang harus dilewati. Tapi saya senang kegigihan dan belajar terus-menerus mendorongnya untuk sukses di kancah internasional," pungkasnya.



Simak Video "Pendaratan Mulus Robot Canggih Perseverance NASA di Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)