China Bikin Roket Baru untuk Terbangkan Astronaut ke Bulan

China Bikin Roket Baru untuk Terbangkan Astronaut ke Bulan

Virgina Maulita Putri - detikInet
Minggu, 04 Okt 2020 05:45 WIB
china mengembangkan roket baru untuk mendaratkan astronaut ke bulan
China Bikin Roket Baru untuk Terbangkan Astronaut ke Bulan Foto: CASC
Jakarta -

China saat ini sedang mengembangkan roket baru yang dapat menerbangkan astronaut untuk mendarat di Bulan. Roket tersebut dipamerkan di 2020 China Space Conference di Fuzhou, China pada 18 September lalu.

Dikutip detikINET dari Space, Minggu (4/10/2020) roket ini dirancang untuk mengirimkan wahana antariksa seberat 25 ton menuju injeksi trans-bulan. Massa saat lepas landas sekitar 2.200 ton, hampir tiga kali lipat dari roket terbesar China saat ini, Long March 5.

Roket tersebut akan memiliki tiga booster inti dengan diameter 5 meter. Gayanya mirip dengan dua roket buatan perusahaan Amerika Serikat, seperti Delta IV Heavy yang dikembangkan United Launch Alliance dan Falcon Heavy buatan SpaceX.

Roket yang belum diketahui namanya ini dirancang oleh China Academy of Launch Vehicle Technology di Beijing. Nantinya roket ini akan berdiri dengan ketinggian 87 meter dan core utamanya akan memiliki tiga tahap pemisahan.

"Dunia melihat gelombang baru eksplorasi Bulan, berawak atau tidak berawak. Proyek kerjasama internasional di penjelajahan Bulan berawak saling terikat dan mempengaruhi satu sama lain," kata petinggi program luar angkasa China Zhou Yanfei.

China masih belum mengumumkan jadwal penerbangan uji coba atau misi pendaratan menggunakan roket tersebut. Menurut Zhou, saat ini ada beberapa tantangan yang harus diselesaikan terkait misi berawak ke Bulan.

"Contohnya, kami butuh pesawat luar angkasa kami memiliki kemampuan untuk sampai ke Bulan dan kembali. Tapi kapasitas transportasi roket Long March kami tidak bisa memenuhi permintaan ini," kata Zhou.

"Saat ini pesawat luar angkasa Shenzhou yang ada di orbit rendah Bumi tidak bisa memenuhi kebutuhan untuk mendarat di Bulan. Selain itu, kami membutuhkan lander untuk misi tersebut," sambungnya.

Saat ini China belum secara resmi menyetujui program untuk mendaratkan astronaut di Bulan, tapi mereka sudah beberapa kali mengungkapkan keinginannya secara terbuka.

Sembari mempersiapkan logistik untuk misi berawak ke Bulan, China terlebih dulu ingin fokus dalam membangun stasiun luar angkasa di orbit rendah Bumi. Komponen pertama stasiun luar angkasa ini akan diluncurkan tahun depan.

Mereka juga sedang mengembangkan roket yang mirip dengan Falcon 9 buatan SpaceX yang bisa meluncur dan mendarat secara vertikal dan bisa digunakan kembali.



Simak Video "China Luncurkan Misi Tak Berawak ke Mars"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/afr)