Trump Positif Corona, Ujung dari Sikap Remehkan Pandemi

Trump Positif Corona, Ujung dari Sikap Remehkan Pandemi

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Jumat, 02 Okt 2020 15:13 WIB
President Donald Trump and first lady Melania Trump walks off stage at the end of the first presidential debate Tuesday, Sept. 29, 2020, at Case Western University and Cleveland Clinic, in Cleveland, Ohio. (AP Photo/Julio Cortez)
Trump Positif COVID-19, Ujung Dari Sikap Anggap Remeh Pandemi (Foto: AP Photo)
Jakarta -

Presiden AS Donald Trump positif Corona. Ini seperti menjadi ujung dari sikapnya yang dinilai memandang pandemi sebelah mata.

Kabar Trump positif Corona tentu bikin kaget semua orang. Apalagi pengumuman ini hanya sehari setelah Trump melakukan debat capres AS melawan Joe Biden.

Kejadian ini menambah panjang daftar drama Trump terkait pandemi Corona seperti dihimpun detikINET, Jumat (2/10/2020). Sikapnya yang cenderung menganggap enteng sains, riset dan pandemi Corona, dikritik banyak orang.

Inilah daftar kejadian Trump yang memandang enteng pandemi Corona dan sains:

1. Yakin Corona hilang saat musim semi dan musim panas

Sejak awal pandemi Corona, sikap Trump memang memandang remeh. Pada 11 Februari 2020, dia mengatakan cuaca hangat akan melemahkan Virus Corona. Dia memperkirakan virus Corona akan hilang pada April 2020.

"Panasnya (cuaca) biasanya (bisa) membunuh virus semacam ini," ungkapnya yang dikutip dari CNN.

Para ilmuwan langsung protes. Terbukti kan, sampai Oktober 2020, virus Corona masih merajalela. Dalam debat pilpres AS, capres Joe Biden pun menyindir sikapnya yang memandang remeh data ilmiah dan pandemi Corona.

"Ini adalah pria yang memberitahu kalian bahwa Paskah (kemarin), virus Corona akan pergi oleh cuaca hangat. Virus Corona akan pergi, seperti sebuah keajaiban" sindir Biden. Benar saja, hari ini Donald Trump positif Corona.

2. Ingin cepat-cepat buka lockdown

Di awal-awal pandemi Corona, Donald Trump tidak mendukung lockdown. Hal itu menyebabkan dia bergesekan dengan pemerintah negara bagian di New York, New Jersey dan California. Trump tidak ingin lockdown berlangsung lama, seperti dia katakan pada 25 Maret 2020. Pendiri Microsoft Bill Gates mengkritik sikapnya itu. Akhirnya terbukti, melonggarkan lockdown justru mempercepat penyebaran virus Corona. Kalau sudah begitu, repot semua kan?

Selanjutnya, usul suntik disinfektan...