Ban Bocor Sih Biasa, Kalau Stasiun Angkasa Bocor Bagaimana?

Ban Bocor Sih Biasa, Kalau Stasiun Angkasa Bocor Bagaimana?

Virgina Maulita Putri - detikInet
Rabu, 30 Sep 2020 22:36 WIB
Teka-teki lubang kecil di pesawat ruang angkasa Soyuz yang merapat ke ISS
NASA Akhirnya Temukan Sumber Kebocoran di ISS Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Misteri kebocoran kecil di International Space Station (ISS) sepertinya sedikit lagi akan terpecahkan. NASA dan kru astronaut di ISS sudah menemukan sumber kebocoran di area utama Zvezda Service Module yang ada di bagian milik Rusia.

"Pekerjaan tambahan sedang dilakukan untuk menemukan sumber kebocoran secara tepat," tulis NASA dalam keterangan resminya, seperti dikutip detikINET dari Space, Rabu (30/9/2020).

"Kebocoran yang telah diselidiki selama beberapa minggu, tidak menimbulkan bahaya kepada kru pada tingkat kebocoran saat ini dan hanya sedikit penyimpangan terhadap jadwal kru," sambungnya.

Penyimpangan itu termasuk panggilan tengah malam untuk ketiga astronaut yang tinggal di laboratorium luar angkasa tersebut, astronaut NASA Chris Cassidy serta kosmonaut Rusia Anatoly Ivanishin dan Ivan Vagner.

Ketiganya diminta untuk menutup lubang palka di antara kompartemen dan mencari kebocoran yang semakin parah. Mereka mengumpulkan data menggunakan detektor kebocoran ultrasound di seluruh bagian Rusia di ISS.

Saat astronaut sedang bekerja, kebocoran itu sempat dikira membesar. Tapi ternyata hal itu disebabkan oleh perubahan temperatur di ISS, sementara tingkat kebocoran tidak berubah.

Badan antariksa Rusia Roscosmos mengatakan kebocoran ini justru membuat tekanan atmosfer di ISS berkurang 1 mm setiap delapan jam. Mereka menekankan bahwa kebocoran ini tidak berbahaya bagi ketiga astronaut yang tinggal di sana.

Meski tidak berbahaya, NASA tetap berencana untuk mengirimkan suplai tangki udara tambahan. Tangki udara tambahan ini akan dikirimkan bersama dengan kargo suplai rutin menuju ISS pada minggu ini.

ISS sebenarnya tidak sepenuhnya kedap udara. Laboratorium luar angkasa ini terus kehilangan gas dalam jumlah kecil dan secara teratur diberi tekanan tambahan menggunakan tangki nitrogen.

Tapi pada September 2019, manajer ISS melihat level kebocoran yang lebih tinggi dari biasanya. Penyelidikan kebocoran tersebut baru benar-benar dimulai pada bulan lalu karena kesibukan di ISS seperti spacewalk, kedatangan dan keberangkatan astronaut, dan aktivitas lainnya.

Setelah sumber kebocoran ini ditemukan, lubang palka di antara bagian AS dan Rusia telah kembali dibuka dan aktivitas normal berlanjut seperti biasa. Dalam waktu dekat, Cassidy, Ivanishin dan Vagner akan menyambut kedatangan tiga astronaut baru yang menumpang kapsul Soyuz milik Rusia.



Simak Video "Target NASA-SpaceX Usai Pendaratan Mulus Crew Dragon"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)