Bumi Terancam Bencana Informasi Akibat Banjir Konten Digital

Bumi Terancam Bencana Informasi Akibat Banjir Konten Digital

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 18 Agu 2020 12:43 WIB
analisis big data
Bumi Terancam Bencana Informasi Akibat Banjir Konten Digital. Foto: Ilustrasi/Internet
Jakarta -

Bumi menuju 'bencana informasi' karena laju produksi digital yang terus meningkat tanpa henti, demikian kesimpulan penelitian terbaru.

Peneliti Melvin Vopson dari University of Portsmouth di Inggris, memprediksi bahwa persediaan informasi digital kita yang terus meningkat bisa memiliki konsekuensi dramatis dan tak terduga yang akan menjadi masalah bagi planet ini.

"Kita benar-benar mengubah planet ini sedikit demi sedikit, dan ini adalah krisis yang tidak terlihat," kata Vopson seperti dikutip dari Science Alert.

Kesimpulan Vopson ini berpegang pada konstruksi teoritis yang dia kemukakan tahun lalu, yang disebut prinsip kesetaraan massa-energi-informasi.

Dalam studinya, Vopson mengambil inspirasi dari penelitian fisikawan berdarah Jerman-Amerika Rolf Landauer pada tahun 1960-an, yang menyatakan bahwa informasi bersifat fisik akibat kendala termodinamika.

Berdasarkan ide-ide tersebut, Vopson berhipotesis bahwa informasi digital tidak hanya bersifat fisik seperti yang disarankan Landauer, tetapi sesuatu yang memiliki massa terbatas dan dapat diukur saat ia menyimpan informasi.

"Peningkatan massa secara teoretis ini akan sangat kecil, tetapi tetap signifikan dan dapat diukur," kata Vopson.

Dia mengambil contoh perkiraan perusahaan komputer IBM yang menyebutkan bahwa sekitar 2,5 triliun byte data digital diproduksi setiap hari di Bumi. Ini artinya, ada sekitar 1021 bit informasi digital setiap tahun.

Jika jumlah konten digital yang kita buat meningkat 20% setiap tahun, Vopson menghitung bahwa dalam waktu sekitar 350 tahun atau lebih, jumlah bit digital yang diproduksi akan melebihi jumlah semua atom di Bumi.

"Bahkan sebelum kita mencapai titik itu, konsumsi daya yang diperlukan untuk mempertahankan semua produksi informasi digital akan lebih dari kapasitas yang disediakan Bumi saat ini, dan itu belum semua," kata Vopson.

Menurut Vopson, jika kita memperhitungkan prinsip kesetaraan massa-energi-informasi, informasi digital dalam jumlah besar ini akan memiliki implikasi signifikan juga dalam hal massa, tidak hanya dalam hal energi.

Vopson memperkirakan pada 2245, bencana informasi akan menambah tantangan global yang sudah ada seperti masalah iklim, lingkungan, populasi, pangan, kesehatan, energi dan keamanan.

"Dengan asumsi pertumbuhan tahunan konservatif dari pembuatan konten digital sebesar 1%, kami memperkirakan akan memakan waktu sekitar 3.150 tahun untuk menghasilkan 1 kg massa informasi digital kumulatif pertama di planet ini, dan perlu 8.800 tahun untuk mengubah setengah dari massa planet menjadi massa informasi digital," tulis Vopson dalam penelitiannya.

Ketika kita memasukkan tingkat pertumbuhan yang lebih besar, menurut Vopson, angka-angka ini tentunya akan menjadi ekstrem. Mengingat studi ini juga meneliti pertumbuhan bit digital (unit yang digunakan untuk mengukur data komputer), pada titik singularitas, akan ada lebih banyak bit digital diproduksi dibandingkan jumlah atom di Bumi.

"Pada saat yang sama, produksi informasi digital saja akan menghabiskan sebagian besar kapasitas daya planet," tutupnya.



Simak Video "NASA Rayakan 20 Tahun Operasi Muatan Sains ISS"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)