Misteri Kehidupan di Benua Sundaland Terungkap!

Misteri Benua Sundaland

Misteri Kehidupan di Benua Sundaland Terungkap!

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Minggu, 16 Agu 2020 12:43 WIB
Misteri Benua Tenggelam di Indonesia
Misteri Kehidupan di Benua Sundaland Terungkap! (Foto: detikcom)
Jakarta -

Ilmuwan dunia berlomba-lomba mengungkap kehidupan benua Sundaland yang tenggelam di Indonesia. Seperti apa alamnya, sudah terungkap.

Sundaland adalah wujud Indonesia di Zaman Es pada Periode Glasial Terakhir 18.000 tahun silam. Saat itu laut surut 120 meter. Akibatnya, Sumatera, Malaysia, Jawa, Kalimantan sampai Bali terhubung menjadi benua yang luas.

Benua ini sekarang sudah tenggelam menjadi Selat Malaka, Laut Jawa dan Laut Natuna. Namun ilmuwan penasaran, kehidupan seperti apakah yang pernah ada di sana?

Para ilmuwan pun bertahun-tahun meneliti lautan yang dulunya Sundaland. detikINET mempelajari 2 penelitian yaitu 'Palaeoenvironments of insular Southeast Asia during the Last Glacial Period: A savanna corridor in Sundaland?' (Quartenary Science Review, November 2005).

Satu lagi adalah 'Savanna in equatorial Borneo during the late Pleistocene' (Nature 25 April 2019). Tim ilmuwan menemukan bukti serbuk sari (pollen) rumput dari Zaman Es di Gua Saleh, kawasan karst Sangkulirang-Mangkalihat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur.

Kesimpulannya: Benua Sundaland yang tenggelam adalah savana! Dari Thailand, Malaysia, Laut Natuna, Selat Malaka, sampai Laut Jawa, selatan Kalimantan, timur Jawa adalah padang rumput. Sedangkan Sumatera, Kalimantan dan Jawa dari sejak Zaman Es adalah hutan.

Savana di Sundaland di Zaman EsSavana di Sundaland di Zaman Es Foto: (The Conservation)
Savana di SundalandSavana di Sundaland Foto: (Researchgate)

Hal ini pun dikonfirmasi detikINET kepada ahli Paleontologi ITB, Profesor Yahdi Zaim. Dia pun membenarkan. ITB dengan tim dari Australia dan Belanda pernah mendapatkan hasil riset yang sama.

"Dari analisis sampel batuan dan tanah, ada pollen. Serbuk sari kelompok rerumputan alang-alang," kata Yahdi, Minggu (16/8/2020).

Hal ini menunjukkan penyebaran rumput yang luas dan itu berarti savana. Tapi bukan artinya semuanya rumput, tetap ada pepohonan juga. Meski begitu, Yahdi mengatakan savana di Sundaland tidak bisa disamakan seperti dengan savana Taman Nasional Baluran di Jawa Timur, karena di Baluran sudah ada campur tangan manusia (antropogenik) misalnya pembabatan hutan dll.

"Bisa savana yang luas, tapi ada pohon juga. Apakah seluruh Sundaland padang rumput? Saya kira pohon-pohon besar itu ada di daerah yang lebih tinggi elevasinya karena rumput tidak subur di daerah itu," kata Yahdi.

Ada apalagi di sana? Yahdi mengatakan ada sistem sungai purba. Sungai Musi di Sumatera dulu menyatu dengan Sungai Kapuas dari Kalimantan dan bermuara ke Laut China Selatan. Satu lagi adalah sistem sungai di Laut Jawa yang bermuara ke arah Bali.

Sundaland juga melimpah dengan aneka hewan Zaman Es. Menurut Yahdi di Sundaland ada gajah purba dari jenis Stegodon dan genus Elephas, lalu rusa, babi, kerbau, banteng dan nenek moyang harimau dari genus Panthera dengan gigi yang panjang.

replika stegodonGajah purba Stegodon yang hidup di Sundaland Foto: wikipedia

Benua Sundaland dan Sahul di Zaman EsBenua Sundaland dan Sahul cikal bakal Indonesia Foto: (detikcom)

Sementara itu, di Benua Sahul (Papua dan Australia) seperti dilansir dari The Conversation, di Zaman Es juga ada megafauna seperti leluhur komodo bernama Megalania, leluhur kanguru dan singa berkantung Thylacoleo carniflex.

Apakah sudah ada manusia di Sundaland? "Manusia di Sundaland ada banyak variannya," ungkap Yahdi.

Penasaran siapa saja manusia penghuni Sundaland? Tunggu artikel selanjutnya!



Simak Video "Kapal Perang di Lantamal VI Bunyikan Sirene di Perayaan Kemerdekaan"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/vmp)