5 Fakta Zaman Es di Benua Tenggelam Indonesia

Misteri Benua Sundaland

5 Fakta Zaman Es di Benua Tenggelam Indonesia

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Sabtu, 15 Agu 2020 09:57 WIB
Misteri Benua Tenggelam di Indonesia
5 Fakta Zaman Es di Benua Tenggelam Indonesia (Foto: dok. detikcom)
Jakarta -

Indonesia adalah benua Sundaland pada Zaman Es, lalu tenggelam. Inilah fakta-fakta keadaan di zaman yang membekukan itu.

detikINET berdiskusi dengan ahli paleontologi ITB, Profesor Yahdi Zaim. Dia menjelaskan sejumlah fakta unik tentang suasana Indonesia pada Zaman Es. Karena ini adalah periode yang panjang, Yahdi memfokuskan pada Last Glacial Period sekitar 18 ribu tahun lalu, yang merupakan fase peralihan dari masa Pleistocene menuju Holocene.

Berikut ini adalah 5 fakta tentang Zaman Es dan kondisi Indonesia:

1. Separuh Bumi adalah es

Menurut Yahdi, pada masa Last Glacial, Kanada sampai Skandinavia tertutup es! Es ini adalah perluasan dari Antartika atau Kutub Selatan.

Di Bumi selatan pun demikian, es di Arktik atau Kutub Utara menyebar luas hampir mencapai Australia, Afrika Selatan, dan selatan Chile. Selain wilayah itu tidak tertutup es, tapi sangat dingin. Indonesia, yang ada di khatulistiwa, juga tidak tertutup es.

"Meskipun khatulistiwa, tetap relatif dingin," kata Yahdi, Sabtu (15/8/2020).

2. Indonesia sedingin Eropa

Suhu rata-rata dunia pada masa Last Glacial adalah -8 derajat Celsius. Indonesia, menurut Yahdi, lebih hangat untuk ukuran pada masa itu.

"Kalau rata-rata 5-10 derajat Celsius," kata Yahdi.

Wah, 5-10 derajat Celsius ya? Itu artinya, Indonesia sedingin Eropa dalam musim dingin di masa sekarang. Brrrr!

3. Air laut turun 120 meter

Glasial adalah proses pengesan. Air dan udara dingin membeku di utara dan selatan Bumi. Akibatnya, air laut di Bumi merosot 120 meter lebih rendah dari posisi hari ini.

"Daratan es bertambah, maka laut kita berkurang," ujarnya.

4. Indonesia menjadi benua besar

Akibat air laut turun 120 meter, Indonesia, yang merupakan negara kepulauan, menjelma menjadi sebuah benua besar di bagian barat dan timur.

Laut Jawa, Selat Malaka, Laut Natuna, dan Laut Arafura surut menjadi daratan. Sumatera, Malaysia, Jawa, Kalimantan menjadi satu di barat. Sedangkan di timur, Papua dan Australia menjadi satu.

Indonesia barat menjadi benua Sundaland. Indonesia timur menjadi benua Sahul. Di belahan dunia lain, Rusia bersatu dengan Amerika dengan benua Beringia. Inggris pun bersatu dengan benua Eropa dengan nama Doggerland.

Semua benua ini sudah tenggelam...

5. Sudah ada kehidupan di Indonesia pada Zaman Es

"Kehidupan sudah meluas," kata Yahdi dengan yakin.

Menurut dia, sejak Zaman Pleistocene, kehidupan sudah berkembang. Di Indonesia pada Zaman Es sudah banyak tumbuhan, hewan, dan tentu saja manusia.

"Sudah ada gajah purba seperti Stegodon dan dari genus Elephas," kata Yahdi memberikan contoh.



Simak Video "Wujud Robot Mesir yang Bantu Tenaga Medis Terhindar dari Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(fay/asj)