Blanet Jadi Sebutan untuk Planet yang Mengorbit Lubang Hitam

Blanet Jadi Sebutan untuk Planet yang Mengorbit Lubang Hitam

Rachmatunnisa - detikInet
Selasa, 18 Agu 2020 10:01 WIB
supermassive black hole
Blanet Jadi Sebutan untuk Planet yang Mengorbit Lubang Hitam. Foto: Livescience
Jakarta -

Sekelompok tim ilmuwan sedang mempelajari bagaimana exoplanet baru dapat terbentuk di sekitar lubang hitam. Sekarang mereka punya nama untuk planet-planet tersebut, blanet.

Adalah tim astronom yang dipimpin oleh Keiichi Wada dari Kagoshima University, Jepang, yang telah menciptakan nama tersebut. Disebutkan Wada, pergerakan blanet cukup mirip dengan bagaimana planet biasa terbentuk di sekitar bintang, tepat di bawah kondisi yang lebih ekstrim.

Dikutip dari Science Alert, tim ilmuwan ini juga mencari tahu bagaimana blanet dapat terbentuk dari butiran debu yang berputar-putar di sekitar lubang hitam.

"Kami menyelidiki proses pembekuan debu dan kondisi fisik pembentukan blanet. Hasil kami menunjukkan bahwa blanet dapat terbentuk di sekitar inti aktif galaksi yang luminositasnya relatif rendah selama masa hidupnya," tulis tim peneliti di publikasi ilmiah The Astrophysical Journal.

Debu dan gas yang berputar di sekitar lubang hitam, secara bertahap bisa mengumpul untuk membentuk sebuah dunia baru, asalkan jaraknya cukup jauh untuk tidak tertelan oleh tarikan gravitasi lubang hitam.

Tapi, meskipun proses pembentukan blanet dan planet cukup mirip, hasil akhirnya bisa sangat berbeda. Contohnya, penelitian menemukan bahwa blanet secara teoritis dapat tumbuh antara 20 hingga 3.000 kali lebih masif dari Bumi, yang menurut catatan Science Alert adalah massa tertinggi yang dapat dicapai dunia sebelum berhenti menjadi planet.

Dalam proses pembentukan planet, awan gas dan debu yang membentuk cakram pada mulanya akan saling menempel karena gaya elektrostatik. Seiring waktu, awan dan gas debu ini akan menggumpal dan saling menabrak hingga terakumulasi menjadi gumpalan besar. Jika tidak ada yang menghambat proses pembentukannya, sebuah planet bisa terbentuk sempurna setelah beberapa juta tahun.

Sementara itu, gumpalan awan gas dan debu pada cakram ekresi lubang hitam akibat keruntuhan gravitasi dianggap mampu membentuk blanet. Tim peneliti menemukan bahwa pada jarak yang cukup dari lubang hitam, pembentukan blanet mungkin lebih efisien daripada pembentukan planet di sekitar bintang, karena kecepatan orbital piringan akresi yang cukup cepat dalam menjaga benda-benda di area sekitarnya agar tidak keluar dari orbit dan melayang jatuh ke lubang hitam.



Simak Video "17 Eksoplanet Ditemukan, Salah Satunya Layak Huni"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/fay)