Langka! Langit Malam Mars Pancarkan Sinar UV

Langka! Langit Malam Mars Pancarkan Sinar UV

Rachmatunnisa - detikInet
Minggu, 16 Agu 2020 05:33 WIB
Mars
Pancaran sinar ultraviolet di langit malam Mars. Foto: NASA
Jakarta -

Gambar terbaru yang didapat dari pesawat luar angkasa MAVEN milik NASA, memperlihatkan fenomena langka pancaran sinar ultraviolet (UV) di langit malam Mars pada area yang cukup luas.

Dirilis pada 6 Agustus 2020, gambar ini mengejutkan tim misi MAVEN. Mereka terpana saat mengetahui bahwa atmosfer berdenyut tepat tiga kali per malam, dan ini hanya terjadi selama musim semi dan musim gugur di Mars.

Data baru ini juga mengungkapkan adanya gelombang dan spiral tak terduga di wilayah kutub musim dingin. Untuk sementara, data ini mengonfirmasi hasil penelitian sebelumnya dari pesawat luar angkasa Mars Express yang menyebutkan bahwa cahaya malam ini paling terang di atas daerah kutub musim dingin.

Dikutip dari Earth Sky, fenomena yang disebut 'nightglow' ini tidak akan terlihat oleh astronaut yang berdiri di Mars. Hal itu dikarenakan sinar UV, meski dapat dideteksi dengan instrumen khusus, tidak bisa terlihat oleh mata manusia.

"Cahaya UV sebagian besar berasal dari ketinggian sekitar 70 kilometer dengan titik paling terang berdiameter sekitar seribu kilometer, dan seterang UV seperti cahaya utara Bumi," kata Zac Milby dari Laboratory for Atmospheric and Space Physics, University of Colorado.

"Sayangnya, komposisi atmosfer Mars membuat bintik-bintik terang ini tidak memancarkan cahaya pada panjang gelombang yang terlihat sehingga memungkinkan mereka untuk dilihat oleh astronaut Mars di masa depan," ujarnya.

Tim penelitian ini menemukan bahwa cahaya malam Mars tampak paling terang pada puncak musim dingin di utara dan selatan planet tersebut, yaitu saat arus yang lebih panas mengalir dari khatulistiwa dan menuju kutub Mars.

"Gambar dari MAVEN memaparkan wawasan global pertama kami tentang gerakan atmosfer di atmosfer tengah Mars, wilayah kritis tempat arus udara membawa gas antara lapisan terendah dan tertinggi," kata Nick Schneider dari University of Colorado.

Para ilmuwan mengatakan bahwa denyutan tersebut mengungkapkan pentingnya gelombang yang mengelilingi planet di atmosfer Mars. Jumlah gelombang dan kecepatannya menunjukkan bahwa atmosfer tengah Mars dipengaruhi oleh pola pemanasan Matahari harian dan gangguan dari topografi pegunungan vulkanik besar Mars.

[Gambas:Youtube]



(rns/rns)