Ular Mematikan Berkepala Dua Ditemukan

Ular Mematikan Berkepala Dua Ditemukan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Kamis, 13 Agu 2020 06:00 WIB
ular kepala dua
Ular kepala dua. Foto: Hindustan Times
India -

Seekor ular Russel's viper atau sejenis beludak berkepala dua yang sangat langka ditemukan di India. Ular berbisa ini berkeliaran di sebuah perumahan wilayah Maharashtra. Ia berhasil ditangkap dan dimasukkan ke dalam penangkaran ular setempat.

Ular semacam ini adalah salah satu yang paling beracun di dunia. Kelainan genetik membuat ular sepanjang 11 cm tersebut jadi berkepala dua.

"Ular itu masih hidup dan disimpan di lingkungan yang aman. Terkait protokol dari Departemen Kehutanan, kami tidak bisa mengungkap di mana lokasi ular itu saat ini," kata tim yang menangkapnya, seperti dikutip detikINET dari Mirror.

Masing-masing kepalanya berukuran 2 cm. Tahun silam pada bulan September, ular dari spesies yang sama dan berkepala dua juga pernah ditemukan di area yang sama.

"Ada empat dokumentasi ular Russel's viper ini di India, dua di antaranya dari sini. Spesies itu peluangnya bertahan hidup rendah, yang sebelumnya sudah mati. Namun ular ini terlihat lebih baik," kata Yogesh Kamble, presiden War Rescue Foundation (WRF) yang menangkapnya.

Menurut University of Michigan, Russel's viper merupakan salah satu ular paling berbahaya di Asia dan bertanggungjawab atas kematian ribuan orang per tahun. Setelah digigit, gejala yang muncul misalnya muntah, pusing sampai gagal ginjal.

Adapun ular berkepala dua amat jarang dan biasanya tidak bisa hidup lama di alam liar, menurut National Geographic. Genetis mereka yang abnormal ditambah kedua kepala itu aktif mencari mangsa, bisa berdampak negatif pada kemampuan mereka memburu makanan.

Bahkan yang mengerikan, mereka bisa saling makan. "Ular beroperasi dengan bau, dan jika satu kepala mencium bau mangsa di kepala yang satunya, maka akan menyerang dan mencoba menelannya," tulis National Geographic.

Ular bisa berkepala dua terjadi saat masa embrio dan belum diketahui pasti alasannya. "Alasan terbaginya ular ini belum diketahui. Setelah beberapa waktu, pemisahan berhenti, berujung kepalanya jadi dua," papar Varad Giri, pakar ular di India.

"Ada masalah karena dua otak dan satu badannya itu bertarung untuk makanan dan kebebasan, membuat survival ular ini jadi kompleks," tambah dia.



Simak Video "Bocah Ular dari Karanganyar"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)