Jumat, 22 Nov 2019 09:29 WIB

Fosil Ular Berkaki Ungkap Fakta Mengejutkan

Fino Yurio Kristo - detikInet
Ilustrasi ular berkaki pada masa silam. Foto: Live Science Ilustrasi ular berkaki pada masa silam. Foto: Live Science
Buenos Aires - Beberapa ilmuwan sudah menyimpulkan ular pernah memiliki kaki dan beradaptasi sehingga akhirnya hilang. Akan tetapi, belum dijumpai fosil yang membuktikan masa transisi sebelum kaki ular lenyap.

Sampai ditemukannya fosil ular kuno dengan kaki belakang bernama Najash rionegrina. Penemuan ini membantu menjawab asal-usul ular termasuk bagaimana mereka kehilangan kakinya dan selain itu, mereka ternyata punya tengkorak khusus.

Seperti dikutip detikINET dari Live Science, fosil bersangkutan ditemukan di provinsi Rio Negro, Argentina oleh periset dari Universidad Maimonides. Umur fosil diperkirakan sekitar 95 juta tahun.


Selain berkaki belakang, ular ini juga punya tulang pipi yang sudah hilang di ular modern. "Penemuan kami mendukung ide bahwa nenek moyang ular bertubuh dan bermulut besar," sebut Fernando Garberoglio, ilmuwan yang memimpin studi ini.
Ular Berkaki Pernah Foto: Live Science

Studi ini juga mengungkap fakta mengejutkan bahwa ular pada awalnya mempertahankan kaki belakangnya selama rentang waktu yang sangat panjang, perkiraannya selama 70 juta tahun. Kaki itu pun disebut benar-benar berguna bagi sang ular sebelum mereka beradaptasi tanpanya.

Sebelumnya, teori menilai kaki hanya ada di periode transisi sebelum ular dengan cepat menyesuaikan dengan bentuknya sekarang. Penemuan ini pun diharapkan kian membuka tabir tentang asal-usul ular secara komprehensif.

Ular disebut muncul pertama kali di periode menengah Jurassic antara 163 sampai 174 juta tahun silam. Periset pun menyebut kedekatan antara ular dengan kadal.

"Tengkorak Najash memberitahu kita bahwa ular dahulu sangat mirip dengan keluarga kadal dekatnya, misalnya kadal bertubuh dan berkepala besar seperti komodo," sebut Michael Caldwell, profesor Vertebrate Palaeontology, University of Alberta.

"Hal ini berbeda dari ide sebelumnya bahwa ular mungkin berkembang dari nenek moyang seperti cacing yang kecil, buta dan bermulut kecil. Tidak ada fosil ular kuno yang seperti itu," tandasnya.



Simak Video "Teror Kobra di Citayam Berlanjut Walau 30 Anaknya Telah Ditangkap"
[Gambas:Video 20detik]
(fyk/afr)