Ilmuwan Ini Ubah Amonium Nitrat Jadi Gas Tertawa

Ilmuwan Ini Ubah Amonium Nitrat Jadi Gas Tertawa

Rachmatunnisa - detikInet
Jumat, 07 Agu 2020 05:44 WIB
Humphry Davy
Cerita Sir Humphry Davy di Balik Amonium Nitrat dan Gas Tertawa (Foto: The Vintage News)
Jakarta -

Amonium nitrat mendadak terkenal sedunia usai terjadinya ledakan di Lebanon. Tapi tak banyak yang tahu sosok di balik senyawa ini, salah satunya ada seorang ahli kimia asal Inggris Sir Humphry Davy.

Davy dikenal karena kontribusinya terhadap penemuan berbagai zat kimia, salah satunya dinitrogen oksida (N2O), dikenal sebagai gas tertawa yang salah satu bahan penyusunnya adalah amonium nitrat (N2H4O3).

Dirangkum detikINET dari berbagai sumber, Jumat (7/8/2020) Davy adalah orang yang pertama kali bereksperimen dengan amonium nitrat untuk menciptakan N2O.

Dinitrogen oksida tersebut sebenarnya telah ditemukan pada 1772 oleh ilmuwan asal Inggris lainnya, Joseph Priestley. Priestley saat itu menyatakan N2O merupakan gas beracun.

Meski berbahaya, Davy tak mengurungkan niatnya bereksperimen menjelajahi oksida, nitrogen, dan amonia. Dia bahkan melakukan serangkaian percobaan yang hampir membunuhnya dan mungkin merusak kesehatannya dalam jangka panjang.

Dibantu asistennya Dr Kinglake, Davy memanaskan kristal amonium nitrat, senyawa kimia yang ditemukan ilmuwan kimia Jerman Johann Rudolf Glauber tahun 1659. Ketika amonium nitrat dipanaskan, akan keluar gas N2O.

Davy menghirup 4 liter N20 di awal penelitiannya. Di percobaan pertamanya, Davy merasakan efek dari gas tersebut. Ia mulai berhalusinasi dan merasakan euforia hebat karena gas itu memabukkan seperti narkoba.

Demi menemukan hasil yang bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, Davy memutuskan untuk melakukan lebih banyak eksperimen pada dirinya sendiri dengan menghirup dinitrogen oksida dalam takaran yang berbeda-beda.

Diakuinya, eksperimen ini membantunya menggambarkan tingkatan pengalaman menghirup dinitrogen oksida secara lebih rinci. Tak sia-sia, percobaan ini membuat namanya dikenal karena berhasil menemukan N2O sebagai gas tertawa. Davy kemudian merekomendasikan gas tersebut untuk digunakan sebagai anestesi dalam prosedur bedah. Kini N2O sering dipakai dokter gigi untuk bius ringan pada gusi pasien sebelum tindakan medis.

Pada tahun 1800, dia menerbitkan temuannya dalam buku berjudul 'Researches, Chemical and Philosophical'. Kemudian di tahun berikutnya, pada 1801 Davy diangkat menjadi dosen dan profesor kimia Royal Institution di London, Inggris.

Selain berkutat dengan senyawa kimia, Davy juga menekuni elektrokimia. Temuannya yang disebut lampu Davy di tahun 1800an, sangat membantu para penambang batubara bisa menggunakan lampu dengan baterai listrik pertama untuk keamanan saat bekerja.

Davy mendapat gelar kebangsawanan dari Kerajaan Inggris pada 1812 dan menerima gelar baron di tahun 1818 atas kontribusi untuk negara dan umat manusia, terutama lampu Davy.

Ia pun diangkat menjadi presiden Royal Society of London pada tahun 1820 dan termasuk sebagai pendiri Zoological Society of London pada 1826. Mulai tahun 1827, kesehatannya mulai menurun. Davy meninggal di Jenewa, Swiss, pada 29 Mei 1829, di usia 50 tahun.



Simak Video "Amonium Nitrat Diduga Jadi Penyebab Ledakan di Lebanon, Apa Itu?"
[Gambas:Video 20detik]
(rns/rns)