Bekas Ledakan di Lebanon Terlihat dari Satelit

Bekas Ledakan di Lebanon Terlihat dari Satelit

Virgina Maulita Putri - detikInet
Kamis, 06 Agu 2020 16:20 WIB
ledakan lebanon dari satelit
Melihat Lokasi Ledakan di Lebanon dari Satelit Foto: Twitter/Maxar
Jakarta -

Ledakan besar mengguncang pelabuhan di Kota Beirut, Lebanon pada Rabu (5/8) lalu. Dampak kehancuran yang disebabkan ledakan ini bisa dipotret oleh satelit observasi yang berada di orbit.

Satelit SkySat yang dioperasikan oleh perusahaan Planet Labs menangkap foto yang menampilkan detail lokasi di Pelabuhan Beirut sebelum dan sesudah ledakan yang menewaskan setidaknya 135 orang dan melukai 5.000 orang.

Dikutip detikINET dari Space, Kamis (6/8/2020) dari foto sebelum dan sesudah ledakan yang diunggah Planet Labs terlihat perbedaan yang sangat kontras seperti gedung-gedung yang kini telah rata dengan tanah setelah ledakan terjadi.

Di bagian tengah foto juga terlihat kawah besar yang menganga di area pelabuhan dan terisi air laut. Dua gedung yang sebelumnya berdiri di area kawah tersebut kini telah hancur dan gedung di sekitarnya mengalami kerusakan yang signifikan.

Selain Planet Labs, Maxar juga membagikan foto dampak ledakan di Lebanon yang ditangkap oleh satelit observasi miliknya. Lewat akun Twitter mereka, Maxar mengunggah GIF yang memperlihatkan kondisi pelabuhan sebelum dan sesudah ledakan.

Mereka juga mengunggah beberapa foto berdefinisi tinggi lainnya yang memperlihatkan detail kerusakan yang terjadi di area pelabuhan dan sekitarnya, termasuk kapal pesiar Orient Queen yang kini terbalik di pinggir pelabuhan.

Foto-foto ini menunjukkan pentingnya satelit observasi untuk mengawasi situasi di Bumi. Misalnya, aset milik Planet Labs yang ada di orbit pernah mengidentifikasi retakan baru yang disebabkan oleh gempa di kerak Bumi.

Satelit WorldView milik Maxar juga berkontribusi dalam membantu ilmuwan untuk memonitor dampak virus Corona dalam skala global.

Seperti diketahui ledakan di Beirut, Lebanon terjadi setelah api menjangkau gudang yang berisi 2.750 ton amonium nitrat, bahan yang biasa digunakan sebagai pupuk tapi rawan meledak. Amonium nitrat ini telah disimpan di gudang tersebut sejak tahun 2013, setelah dibongkar muat dari kapal yang disita.

Saat ini otoritas Lebanon masih terus melanjutkan investigasi terkait ledakan ini, sekaligus proses evakuasi korban.



Simak Video "Ledakan di Lebanon Tinggalkan Kawah yang Menganga"
[Gambas:Video 20detik]
(vmp/fay)