Lapangan Sepak Bola, Ukuran dan Teknologi Canggihnya

Lapangan Sepak Bola, Ukuran dan Teknologi Canggihnya

Fitraya Ramadhanny - detikInet
Selasa, 28 Jul 2020 13:19 WIB
LIVERPOOL, ENGLAND - AUGUST 09: A general view inside the stadium as a TIFO display is shown in the Kop during the Premier League match between Liverpool FC and Norwich City at Anfield on August 09, 2019 in Liverpool, United Kingdom. (Photo by Michael Regan/Getty Images)
Stadion Anfield, kandang Liverpool (Michael Regan/Getty Images)
Jakarta -

Lapangan sepak bola bukan sekadar tempat tim kesebelasan favorit kamu bertanding. Ada fakta unik dari ukuran sampai teknologinya.

Mungkin kamu pernah bertanya, kenapa lapangan sepakbola di Stadion Old Trafford, San Siro atau Camp Nou rumputnya selalu bagus dan hijau? Ya sudah pasti ada perawatan dong, tapi bukan itu saja lho.

Ada teknologi canggih di balik lapangan sepak bola. Seperti diketahui, ukuran lapangan sepak bola ditentukan oleh International Football Association Board (IFAB), organisasi yang terpisah dengan FIFA. IFAB punya Laws of The Game yang mencakup penentuan ukuran lapangan sepak bola yaitu:

  • Panjang lapangan : 90 - 120 meter
  • Lebar lapangan : 45 - 90 meter
  • Jari-jari lingkar tengah : 9,15 meter
  • Luas kotak penalti : 40,32 meter x 16,5 meter
  • Jarak titik penalti : 11 meter
  • Luas daerah gawang : 18,32 meter x 5,5 meter

Dengan area seluas itu, ada rumput yang harus dirawat sepanjang tahun. Teknologi canggih pun digunakan untuk merawat lapangan sepak bola di aneka stadion internasional.

The Institution of Engineering and Technology di Inggris dalam laman resminya pernah membahas teknologi Hybrid Football Pitch. Ini adalah teknologi hibrida pada rumput lapangan sepak bola yang separuh asli dan separuh sintetis.

Lapangan semacam ini lebih kuat, tidak gampang berlumpur bahkan dalam pertandingan saat hujan deras sekalipun. Kalau tahun 1960-an dan 1970-an, wah jangan ditanya, pasti kotor berlumpur parah dalam stadion-stadion di Eropa.

Hybrid Football Pitch mencampur 97 persen rumput dan 3 persen serat buatan dari polyethylene. Perusahaan penanam rumput misalnya SIS Pitches UK memakai alat tanam berpemandu laser untuk menanam serat ke tanah.

"Lapangan hibrida konsisten dan stabil. Serat ini menjaga daerah akar bersama-sama. Rumput alaminya tumbuh di sekitar serat dan menguncinya. Kalau terinjak sepatu pemain bola, seratnya akan menjaga supaya akar tidak bergeser. Lapangannya juga cepat pulih usai pertandingan," kata Phil Blackwell, Direktur Proyek SIS Pitches UK, saat dilihat Selasa (28/7/2020).

Bagaimana teknologi lapangan sepak bola hibrida ini diterapkan? Cek gambar penampangnya di halaman selanjutnya: